BANGKAPOS.COM, BANGKA — Lahan seluas 27 hektare di Jalan Bejo, Kelurahan Selindung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama sekitar tujuh jam.

Kendati demikian, peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi warga yang tinggal di sekitarnya. 

Mereka dilanda kecemasan hebat saat malam tiba, khawatir sisa bara kembali menyala dan menyambar rumah mereka.

Salah satunya Efril yang rumahnya berada tepat di depan kawasan lahan yang terbakar.

Ia mengaku sempat syok dan takut ketika melihat kobaran api membesar dan merambat di kawasan lahan pada Rabu (2/9/2026).

Rasa takut itu bahkan terbawa hingga malam hari. Efril mengaku dirinya dan suami tidak bisa tidur nyenyak karena terus memantau kondisi lahan di belakang rumah.

"Takut sekali kalau malam. Kami tidak bisa tidur nyenyak karena takut api menjalar lagi. Walaupun sudah disiram air, kami tetap takut masih ada bara yang panas dan nanti tiba-tiba muncul api lagi. Jadi malam-malam kami berjaga, laki-bini tidak benar-benar tidur," kata Efril, Kamis (3/9/2026).

Setiap beberapa saat, mereka bangun untuk melihat kondisi di belakang rumah yang berjarak 7 meter dari titik api.

"Pokoknya kami jaga-jaga. Sebentar tidur, sebentar bangun lagi untuk melihat ke belakang, memastikan ada api atau tidak. Kami benar-benar takut sekarang karena musim panas dan anginnya juga kuat. Kalau ada api sedikit saja, kami khawatir merambat ke mana-mana karena banyak rumput dan dahan yang sudah kering sekitar rumah," tuturnya.

Kekhawatiran Efril bukan tanpa alasan. Pada malam setelah kebakaran, ia masih melihat sejumlah titik api di sekitar rumahnya.

"Semalam masih ada beberapa api yang kelihatan di sekitar rumah. Tetapi hari ini sudah tidak terlihat lagi. Mudah-mudahan memang benar-benar habis dan tidak muncul lagi. Kami tetap antisipasi karena takut kalau tiba-tiba ada api lagi," katanya.

Terlihat sekitar pukul 16.00 WIB, titik merah api tidak lagi terlihat di sejumlah bagian kawasan Jalan Bejo seperti pada malam sebelumnya. Sementara di kawasan Jalan Lintas Timur, tidak terlihat lagi bara api pada area hutan yang sebelumnya terbakar. Bekas lahan yang terbakar tampak hangus dan menghitam. Bau hangus juga masih tercium di sekitar lokasi.

Efril mengatakan kondisi kering dan keterbatasan air juga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi warga. Menurut Efril, warga juga mulai menyiapkan air untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu api kembali muncul.

"Tadi kami baru mengambil air lagi untuk stok. Ada sekitar 18 galon yang diantar dari PT tempat saya berkerja. Kami memang harus siap-siap, karena kondisi sekarang sangat kering. Kalau sampai ada api lagi, kami setidaknya punya air untuk melakukan antisipasi sebelum api semakin besar," ujarnya.

Ke depan, Efril berharap kawasan sekitar rumah warga dapat dibersihkan dari rumput dan material kering yang mudah terbakar.

"Kami berharap ke depannya lingkungan sekitar bisa dibersihkan. Jangan sampai banyak rumput dan dahan kering seperti sekarang karena itu yang membuat api cepat menjalar. Semoga tahun depan tidak seperti ini lagi, tidak terlalu panas dan tidak ada kebakaran lagi," harapnya. (Bangkapos.com/ Erlangga)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.