Jakarta -
Kualitas udara di sejumlah kota di Kalimantan terus memburuk. Bahkan, Pontianak, Kalimantan Barat, masuk kategori beracun dengan indeks kualitas udara mencapai 598 AQI US.
Sebagai catatan, AQI US (US Air Quality Index) adalah standar Indeks Kualitas Udara yang dibuat oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA) untuk mengukur seberapa bersih atau tercemarnya udara serta dampaknya bagi kesehatan.
Berdasarkan pantauan IQAir pada 4 September 2026 pukul 09.00 WIB, Pontianak menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 374,5 µg/m³.
Angka tersebut setara dengan 74,9 kali nilai pedoman tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kondisi serupa terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kota tersebut mencatat 483 AQI US. dan masuk kategori beracun. Konsentrasi PM2.5 mencapai 316,8 µg/m³, atau sekitar 63,4 kali nilai pedoman tahunan WHO.
Sementara itu, Sampit juga mengalami polusi udara sangat tinggi. Indeks kualitas udara di kota tersebut mencapai 441 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 59 kali nilai pedoman tahunan WHO.
Berikut daftar kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia berdasarkan pantauan IQAir pukul 09.00 WIB:
1. Pontianak, Kalimantan Barat - 598 AQI (beracun)2. Palangkaraya, Kalimantan Tengah - 483 AQI (beracun)3. Jambi - 287 AQI (sangat tidak sehat)4. Ubud, Bali - 224 AQI (sangat tidak sehat)5. Palembang, Sumatera Selatan - 178 AQI (tidak sehat)6. Tangerang Selatan, Banten - 174 AQI (tidak sehat)7. Serpong, Jawa Barat - 172 AQI (tidak sehat)8. Jakarta - 164 US AQI (tidak sehat)9. Pekanbaru, Riau - 164 AQI (tidak sehat)10. Bandung, Jawa Barat - 158 AQI (tidak sehat)
Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel polutan berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar
Dengan kondisi kualitas udara yang sangat buruk, masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi polutan sedang tinggi.
Masyarakat juga disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95 atau KN95, ketika harus beraktivitas di luar rumah. Pintu dan jendela juga sebaiknya ditutup ketika kualitas udara di luar sedang buruk.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung dan paru-paru perlu mendapat perhatian lebih dan sebisa mungkin menghindari paparan polusi.
Jika muncul keluhan seperti sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, atau sulit bernapas, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis.