Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Dirjen Bina Adwil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal Zakaria Ali, mengatakan personel dan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) telah dikerahkan untuk membersihkan tempat-tempat publik dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
“Damkar bisa berkolaborasi dengan Polri yang memiliki mobil penyemprotan untuk bersama-sama membersihkan abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan warga,” kata Safrizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Penyemprotan ini untuk mengurangi material abu yang mengendap di berbagai permukaan. Abu vulkanik di jalan berpotensi kembali beterbangan ketika tertiup angin atau dilintasi kendaraan.
Sejumlah lokasi yang terdampak menjadi sasaran pembersihan agar aktivitas masyarakat tidak semakin terganggu.
Safrizal menyatakan semprotan air dari mobil Damkar membersihkan abu vulkanik di jalan-jalan hingga ke rumah sakit dan lain-lain adalah bagian dari kepedulian terhadap pelayanan publik.
Kehadiran personel Damkar di Lampung dan lain-lain adalah bukti kehadiran negara di lokasi bencana dalam waktu yang cepat.
“Terima kasih kepada personel Damkar atas partisipasi aktif tersebut. Damkar tidak hanya hadir pada pemadaman kebakaran, tapi juga pada penanggulangan bencana alam,” ujarnya.
Safrizal menuturkan Damkar berada di bawah pembinaan Ditjen Bina Adwil dan salah satu tugas pokok Damkar yang sudah dipahami oleh masyarakat yakni pencegahan kebakaran melalui sosialisasi, edukasi, dan berbagai upaya pencegahan untuk meminimalkan risiko terjadinya kebakaran di lingkungan masyarakat.
“Tugas pokok Damkar lainnya yakni menyelamatkan korban jiwa, harta benda, serta melakukan evakuasi pada insiden kebakaran maupun keadaan darurat lainnya, termasuk bencana alam, kecelakaan, serta penyelamatan hewan dan barang berharga,” kata Safrizal.
Safrizal mengapresiasi aksi cepat personel Damkar Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, Kota Bogor, dan lain-lain yang telah menyemprot jalan, membersihkan fasilitas umum, hingga ke rumah sakit.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda terpantau menyebar ke lima provinsi yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.