TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dude Harlino menemukan debu yang menyelimuti mobilnya dalam dua hari terakhir. Debu tipis tersebut terlihat pada pagi hari ketika Dude hendak beraktivitas.

Setelah melihat informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau di media, Dude menduga debu yang menempel di mobilnya merupakan abu vulkanik.

"Mobil kalau pagi-pagi kemarin dan hari ini saya lihat, pagi-pagi itu masih ada debu yang agak berbeda, menyelimuti mobil. Walaupun nggak terlalu tebal, memang cukup tipis, tapi begitu saya lihat di media, mungkin bisa dikategorikan abu vulkanik," kata Dude di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2026).

Dude kemudian meminta orang di rumah untuk lebih berhati-hati ketika membersihkan mobil. Ia tidak ingin abu tersebut langsung digosok atau dibersihkan seperti debu biasa.

Baca juga: BMKG: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menurun, Tak Lagi Capai Lampung

Menurutnya, mobil perlu disiram terlebih dahulu sebelum dilakukan proses pembersihan.

"Maka saya bilang sama orang rumah, ini menanganinya harus ekstra treatment nih. Jadi harus disiram dulu, baru dibersihkan," ujarnya.

Dude juga memperhatikan karakter abu vulkanik yang menurutnya berbeda dengan debu biasa.

"Karena abunya agak tajam-tajam gitu. Jadi ya saling mengingatkan lah gitu," tutur Dude.

Selain kendaraan, Dude juga mengkhawatirkan dampak abu vulkanik terhadap kesehatan keluarganya.

"Kalau keluar rumah, usahakan juga pakai masker. Kalau kena mata, kan nggak boleh dikucuk tuh. Bisa luka dan sebagainya. Dampaknya cukup parah karena abunya agak tajam-tajam gitu," ucapnya.

Kondisi tersebut juga membuat Dude lebih membatasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah.

Dude berharap kondisi segera membaik sehingga aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan sekolah anak-anaknya, dapat kembali berjalan normal.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.