Bangun AI Second Brain dengan GPT-6 Astra tanpa coding rumit. Mulai dari folder sederhana hingga menghubungkan berbagai AI dan otomatisasi.
TRIBUNSTYLE.COM – AI Second Brain dapat membantu pengguna menyimpan informasi tentang diri, pekerjaan, proyek, hingga kebiasaan kerja agar bisa kembali digunakan oleh AI tanpa harus menjelaskan semuanya dari awal.
Sistem ini ternyata tidak harus dibuat dengan teknologi yang rumit. Pengguna bahkan dapat memulainya hanya dari sebuah folder berisi catatan yang kemudian diatur dan dikembangkan dengan bantuan AI.
Dikutip TribunStyle.com dari Channel YouTube Kyle Balmer pada Rabu 9 Septemeber 2026, berikut beberapa cara membuat AI Second Brain dengan GPT-6 Astra.
AI Second Brain pada dasarnya merupakan kumpulan informasi yang dapat dirujuk kembali oleh AI. Isinya bisa berupa informasi tentang pekerjaan, proyek, tujuan, keputusan yang pernah dibuat, hingga berbagai dokumen yang dianggap penting.
Untuk memulainya, pengguna tidak harus membuat sistem yang rumit. Sebuah folder berisi file teks atau catatan sudah dapat menjadi dasar AI Second Brain.
Folder tersebut nantinya menjadi tempat AI menyimpan dan membaca konteks sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus memberikan informasi yang sama setiap kali memulai percakapan baru.
Pengguna dapat memanfaatkan aplikasi ChatGPT di komputer dengan sistem operasi Mac, Windows, atau Linux. Setelah itu, masuk ke mode Codex dan pilih model GPT-6 Astra.
Selanjutnya, pengguna cukup memberikan perintah agar AI membantu membuat AI Second Brain. Astra dapat diminta membuat folder, catatan, serta instruksi yang diperlukan untuk mengatur informasi di dalamnya.
Baca juga: 7 Kebiasaan Pakai ChatGPT yang Harus Ditinggalkan, Ini Gantinya
Pengguna juga tidak harus memahami pemrograman atau membuat repository secara manual. AI dapat membantu menyiapkan struktur tersebut berdasarkan kebutuhan yang diberikan.
Salah satu cara untuk membuat AI lebih memahami pengguna adalah melalui metode wawancara. AI dapat mengajukan pertanyaan secara bertahap mengenai pekerjaan, tujuan, hingga hal-hal yang ingin dicapai.
Pengguna dapat menjawab menggunakan voice input tanpa harus menyusun kalimat terlebih dahulu. AI kemudian dapat merapikan jawaban tersebut dan memasukkannya ke dalam konteks AI Second Brain.
Informasi yang dikumpulkan dapat mencakup apa yang ingin dilakukan, dimiliki, maupun menjadi tujuan pengguna. Dengan cara ini, AI memiliki gambaran yang lebih lengkap sebelum membantu pekerjaan berikutnya.
Folder AI Second Brain juga dapat digunakan oleh beberapa alat AI. Catatan yang sama dapat diakses oleh ChatGPT, Claude Code, Grok, maupun model lain selama pengguna memberikan akses yang diperlukan.
Cara ini memungkinkan informasi penting tetap berada di satu tempat meskipun pengguna berpindah-pindah platform AI. Model yang lebih kuat dapat digunakan untuk pekerjaan kompleks, sedangkan model yang lebih ringan dapat menangani tugas rutin.
AI Second Brain tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi. Sistem ini dapat dikembangkan agar AI membantu menjalankan pekerjaan tertentu menggunakan kemampuan computer use.
AI dapat diberi akses untuk melakukan berbagai tindakan di komputer, seperti mengklik, mengetik, mengunggah file, hingga menjalankan alur kerja tertentu.
Pengguna bahkan dapat merekam layar ketika melakukan pekerjaan rutin sambil menjelaskan langkah-langkahnya. Rekaman tersebut kemudian dapat diberikan kepada AI sebagai contoh agar alur kerja serupa dapat dilakukan kembali secara otomatis.
Untuk penggunaan yang lebih lanjut, komputer seperti Mac Mini dapat dijadikan perangkat yang terus menyala sehingga AI bisa menjalankan tugas tanpa harus selalu menggunakan komputer utama.
Perintah juga dapat diberikan dari ponsel ketika pengguna sedang berada di luar rumah. Dengan demikian, komputer yang berada di rumah dapat menjalankan tugas berdasarkan instruksi yang dikirim dari jarak jauh.
Membangun AI Second Brain tidak harus dimulai dengan sistem yang rumit. Pengguna dapat memulainya dari satu folder, kemudian meminta AI membantu menyusun informasi dan mengembangkan sistem sesuai kebutuhan.
Jika sudah siap, AI Second Brain dapat dihubungkan dengan berbagai model, aplikasi kerja, hingga otomatisasi komputer. ( TribunStyle.com | Nindya Safa )
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.