Liputan6.com, Jakarta - Tidak pernah bertengkar sering dianggap sebagai tanda hubungan yang harmonis. Padahal, jika pasangan selalu diam setiap kali muncul masalah, kondisi tersebut justru bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat.
Hubungan yang terlihat tenang di permukaan belum tentu benar-benar baik-baik saja. Bisa jadi, di balik suasana tanpa konflik itu terdapat kekecewaan, ketakutan, hingga masalah yang sengaja dipendam.
Fenomena ini dikenal sebagai kedamaian palsu atau fake peace. Mengutip Suntia Smith, Rabu (9/9/2026), pasangan yang tidak pernah bertengkar perlu melihat kembali bagaimana mereka berkomunikasi dan menghadapi perbedaan.
Banyak orang percaya pasangan ideal adalah mereka yang tidak pernah berselisih. Gambaran hubungan yang selalu harmonis juga kerap terlihat di media sosial.
Namun, tidak adanya pertengkaran bukan berarti tidak ada masalah.
Pertengkaran yang terjadi terus-menerus memang bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat. Sebaliknya, pasangan yang tidak pernah mengungkapkan ketidaksetujuan juga perlu waspada.
Sebab, hubungan yang sehat bukan tentang siapa yang paling jarang marah atau berbeda pendapat. Hubungan yang sehat justru memberi ruang bagi kedua pihak untuk menyampaikan perasaan dan menyelesaikan masalah.
Ketika pasangan tidak pernah berargumen, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan bahwa keduanya selalu sepakat.
Bisa saja salah satu atau keduanya terbiasa menghindari konflik (conflict avoidance).
Ada orang yang memilih diam karena takut ditolak, tidak ingin memperkeruh suasana, atau khawatir kejujurannya justru memicu pertengkaran.
Pada awalnya, diam mungkin terasa sebagai pilihan paling aman. Masalahnya, jika terus dilakukan, persoalan tidak benar-benar hilang.
Kekecewaan kecil yang tidak pernah dibicarakan akan menumpuk. Perasaan yang terus dipendam dapat berubah menjadi rasa jengkel dan membuat pasangan semakin jauh secara emosional.
Lama-kelamaan, hubungan yang terlihat damai bisa terasa hambar. Komunikasi berkurang, kedekatan memudar, dan pasangan mulai merasa seperti orang asing.
Konflik tidak selalu berarti hubungan sedang rusak.
Dalam hubungan yang sehat, perbedaan pendapat justru bisa menjadi kesempatan untuk saling memahami. Yang terpenting bukan apakah pasangan bertengkar, melainkan bagaimana mereka menghadapi konflik tersebut.
Teriakan, hinaan, saling menyalahkan, atau tindakan agresif tentu bukan cara yang sehat. Sebaliknya, pasangan perlu belajar mendengarkan, menyampaikan perasaan dengan jelas, mencari kompromi, dan menghargai sudut pandang satu sama lain.
Komunikasi sehat juga bisa dimulai dari hal-hal sederhana:
Jadi, apakah pasangan yang tidak pernah bertengkar harus khawatir? Tidak selalu.
Ada pasangan yang memang memiliki cara komunikasi berbeda dan mampu menyelesaikan perbedaan tanpa pertengkaran besar. Yang perlu diperhatikan adalah apakah keduanya tetap merasa aman untuk menyampaikan ketidaksetujuan dan kebutuhan masing-masing.
Jika seseorang memilih diam karena takut, merasa tidak didengar, atau khawatir hubungan akan berakhir ketika dirinya jujur, kondisi tersebut patut dicermati.
Pada akhirnya, hubungan bahagia bukanlah hubungan yang bebas dari konflik. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang memberi ruang bagi kedua pihak untuk berbeda pendapat tanpa kehilangan rasa aman, hormat, dan kasih sayang.
Sebab, kedamaian yang dibangun dari keheningan belum tentu merupakan keharmonisan.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.