Jakarta -
Setelah Pramono Anung, Sandiaga Uno juga ikut tren 'Food That I Can't Stop Thinking About' dan mengungkap lima kuliner favoritnya. Ia memilih bubur ayam hingga soto Banjar.
Sandiaga Uno ikut meramaikan tren media sosial 'Food That I Can't Stop Thinking About'. Sesuai namanya, tren tersebut mengungkap restoran dengan menu yang jadi favorit.
Dalam video di Instagramnya (8/9), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 itu mengungkap sejumlah makanan Indonesia yang menurutnya begitu berkesan hingga terus terlintas di pikirannya.
Lewat video tersebut, Sandiaga menyebut beberapa makanan favoritnya yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
Sandiaga Uno ungkap makanan favorit Foto: Instagram/@sandiagauno |
Pilihannya tidak hanya berasal dari Jakarta, tetapi juga mencakup Maluku, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Kalimantan Selatan.
Pilihan pertama Sandiaga Uno adalah bubur ayam dari Nur Corner di Jakarta, restoran milik istrinya, Nur Asia.
Ia bahkan memberikan pujian khusus untuk makanan tersebut dengan menyebutnya sebagai 'bubur ayam terenak se-Asia Tenggara'.
Beranjak ke Indonesia bagian timur, Sandiaga memasukkan papeda kuah kuning dari restoran Dua Ikan di Maluku dalam daftar makanan yang tidak bisa ia lupakan.
Hidangan khas Maluku ini memadukan papeda yang bertekstur kenyal dengan kuah kuning berbumbu yang umumnya disajikan bersama ikan.
[Gambas:Instagram]
Selanjutnya ada makanan dari Jawa Barat yang memiliki hubungan personal dengan Sandiaga. Ia memilih nasi lengko dari Sekober, sebuah sajian yang juga mengingatkannya pada daerah asal sang ibu.
"Jawa Barat, daerah kelahiran ibu saya, ada Nasi Lengko Sekober," katanya.
Pilihan berikutnya datang dari Sulawesi Utara dan Gorontalo. Daerah tersebut memiliki arti khusus bagi Sandiaga karena merupakan tempat kelahiran ayahnya.
Untuk kulinernya, ia memilih sate tuna dari restoran Ohara. Terakhir, Sandiaga menyebut soto Banjar dari Soto Bang Amat yang berada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Soto khas Banjar ini menjadi pilihan penutup dalam daftar makanan yang ia bagikan melalui tren tersebut.
Bagi Sandiaga, berburu kuliner khas daerah bukan hanya soal menikmati makanan. Setiap hidangan juga menjadi bagian dari cerita dan potensi ekonomi masyarakat setempat.
"Setiap kunjungan ke kota-kota ini, saya selalu sempatkan cari kuliner khasnya. Rasanya enak-enak semua!" tulis Sandiaga dalam keterangan unggahannya.
Ia pun menyoroti peran usaha kuliner dalam menggerakkan perekonomian daerah. "Di balik setiap makanan yang kita nikmati, ada usaha kuliner yang ikut menggerakkan ekonomi dan membuka lebih banyak lapangan kerja untuk masyarakat di daerahnya," ujarnya.
