TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pengembang senior H Badris Salam menyatakan diri maju sebagai calon Ketua DPD Realestate Indonesia Sulawesi Selatan (REI Sulsel) periode 2026-2029.
Realestat Indonesia (REI) adalah asosiasi resmi pengusaha perusahaan bidang pembangunan dan pengelolaan perumahan serta permukiman yang didirikan di Jakarta pada 11 Februari 1972.
Ketua umum pertama adalah Ir. Ciputra.
Ir. Ciputra (Tjie Tjin Hoan) adalah salah satu tokoh pelopor industri properti dan wirausahawan terkemuka di Indonesia.
Ia dikenal sebagai pendiri berbagai grup perusahaan besar, seperti Ciputra Group, Jaya Group, dan Metropolitan Group.
Badris mengusung komitmen menjadikan REI Sulsel lebih solid, inklusif, bernurani dan sejahtera.
Pernyataan tersebut disampaikan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Sulsel pada Oktober 2026.
Badris menyampaikan deklarasi pencalonannya di Hotel Claro, Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu (9/9/2026).
“Tujuan utama kami maju adalah bagaimana membuat organisasi ini semakin solid, inklusif, bernurani, dan sejahtera,” ujar Badris.
Menurutnya, empat nilai tersebut akan menjadi prinsip dalam menjalankan organisasi ke depan.
Badris mengatakan persiapan pencalonannya kini memasuki tahap pematangan.
Ia berencana mendaftarkan diri setelah tahapan administrasi pencalonan resmi dibuka panitia.
Baca juga: Developer Senior Idris All Out Menangkan Badris Salam Calon Ketua REI Sulsel
“Mungkin dua minggu ke depan kita mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua REI Sulsel, jika pendaftaran sudah resmi dibuka,” katanya.
Deklarasi tersebut turut dihadiri sejumlah mantan Ketua DPD REI Sulsel.
Lima mantan ketua hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan dukungan terhadap pencalonan Badris.
Mereka yakni Andi Idris Manggabarani, Raymond Arfandi, Arief Mone, M Sadiq dan Sudarman Supardi.
Badris mengatakan dukungan tersebut menjadi tambahan kekuatan menjelang Musda REI Sulsel.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena para mantan ketua dan senior REI Sulsel sudah menyiapkan diri untuk memberikan dukungan penuh,” ungkapnya.
Ia menyebut Andi Idris Manggabarani juga menyampaikan dukungan secara langsung dalam pertemuan tersebut.
Selain dukungan para senior, Badris menyebut pengembang muda menjadi kekuatan penting dalam organisasi.
Menurutnya, sekitar 70 persen anggota REI Sulsel saat ini merupakan pengembang milenial.
Badris berjanji menyediakan ruang aspirasi yang lebih luas bagi kelompok tersebut.
Program kerja strategis nantinya akan dirumuskan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Sulsel.
Salah satu perhatian yang disebutnya adalah keterjangkauan hunian bagi masyarakat dan kelompok muda.
Badris juga menyoroti kondisi industri perumahan di Sulawesi Selatan.
Ia menyebut portofolio usahanya selama ini terdiri dari sekitar 70 persen rumah subsidi dan 30 persen rumah komersial.
Menurutnya, kebijakan perumahan perlu menyesuaikan fleksibilitas lahan dengan kondisi harga tanah.
Penetapan perumahan subsidi maupun komersial dinilai perlu beradaptasi dengan harga lahan di masing-masing wilayah.
Badris mengatakan pendekatan tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan kuota KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Selain itu, ia menekankan pentingnya transparansi perizinan dan keberlanjutan bisnis pengembang.
Agenda tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan organisasi apabila dirinya terpilih memimpin DPD REI Sulsel.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.