TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mempererat tali silaturahmi yang sudah terjalin dengan travel agent, Santika Indonesia Hotels & Resorts menggelar travel agent gathering Regional Bali di The Anvaya Beach Resort, pada Selasa 8 September 2026 petang.

Puluhan perwakilan travel agent di Bali hadir dalam gathering yang di kemas secara santai di Sands Restaurant dengan pemandangan sunset atau matahari terbenam.

"Tujuan utama kami sebetulnya untuk menjalin lebih dekat lagi dengan partner-partner bisnis kita, khususnya travel agent. Travel agent ini memang salah satu supporter yang tinggi kalau untuk di Bali khususnya, dan di hampir semua hotel kita dia juga sebagai supporter. Kita sengaja ini supaya biar lebih dekat," kata General Manager Business Development & Marketing Communication Department Santika Indonesia Hotels & Resorts, L. Sudarsana.

Ia menambahkan tujuan kedua yakni membahas proyeksi bisnis tahun 2027 dengan travel agent di tengah situasi geopolitik sekarang ini.

 

 

Dimana Bali memiliki inbound market atau wisatawan yang datang dan menginap di Santika Indonesia Hotels & Resorts yang ada di Pulau Dewata cukup tinggi terlebih pemesanan kamarnya melalui travel agent.

Selain itu pada gathering pihak Santika Indonesia Hotels & Resorts turut memperkenalkan beberapa portofolio yang baru.

Baca juga: Bali-Phuket Kini Terhubung Dengan Rute Baru Penerbangan Langsung TransNusa, Terbang 7 Kali Sepekan

"Kemudian kita juga coba memperkenalkan beberapa unit-unit yang baru dan memang masih butuh support dari teman-teman travel agent. Kita juga mengucapkan terima kasih atas support mereka selama ini," imbuh Sudarsana.

Ia menilai bisnis hotel di Bali tidak ada matinya meskipun seringa di terpa isu-isu kurang bagus terhadap pariwisata di Pulau Dewata.

"Beberapa travel agent tidak terlalu pesimis untuk di Bali. Jadi selalu optimis. Jualan Bali itu very easy, karena Bali is paradise. Bali itu different gitu, beda. Ya beda karakternya, beda kotanya. Apapun yang terjadi seperti macet mereka tetap enjoy sih," tutur Sudarsana.

Selama semester I tahun 2026 ini rata-rata okupansi atau hunian kamar hotel di Santika Indonesia Hotels & Resorts stabil di angka 65 persen di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu sekarang ini.

Dan okupansi akan mulai meningkat memasuki semester II karena siklus bisnis perhotelan seperti itu.

"Jadi memang tren kalau bisnis hotel itu semester pertama agak sedikit agak turun, tapi semester dua itu rata-rata bagus. Bahasanya ngebut lah gitu, gaskeun lah, bahasanya di gaskeun. Saya optimis okupansi bisa capai 75 persen lebih," ungkapnya. 

Sementara itu Resort and Service Manager The Anvaya Beach Resort Bali, Ayin Purwati, menyampaikan rata-rata okupansi bulan September ini berada di angka 85 persen baik itu wisatawan asing maupun domestik.

"Jadi pada saat meeting itu banyaknya domestik Indonesia. Tapi pada saat leisure, market kita nomor satu adalah Australia, kemudian diikuti oleh China, dan beberapa waktu India juga memasuki peringkat kedua," jelasnya.

Dan okupansi sempat meningkat signifikan saat operasional bandara di Jakarta dan Bandung ditutup sementara dampak erupsi Gunung Anak Krakatau kemudian memilih menambah masa menginapnya.

Dari rata-rata okupansi 70 persen saat itu meningkat menjadi 90 persen.

"Lumayan bikin naik okupansi, sekitar 20 persen naik okupansinya dari okupansi sebelumnya di tanggal 6 September waktu itu," ungkap Ayin.

Dimana mereka menambah masa menginap antara dua hingga tiga hari sambil menunggu kepastian penjadwalan ulang keberangkatan pesawatnya.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.