TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga terdampak karhutla di Kabupaten Banyuasin mengalami peningkatan cukup signifikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin, kasus ISPA pada Juli dan Agustus 2026 mengalami peningkatan sebanyak 563 kasus.
Kabid P2P Dinkes Banyuasin Eni Diana mengatakan, kasus ISPA di wilayah Kabupaten Banyuasin memang mengalami peningkatan cukup signifikan dalam dua bulan terakhir.
"Untuk bulan Juli ada 2.830 kasus. Sedangkan di bulan Agustus ada 3.393 kasus. Ini artinya ada kenaikan dalam dua bulan terakhir ini," katanya, Kamis (10/9/2026).
Kenaikan kasus ISPA tersebut menjadi perhatian Dinkes Banyuasin. Karena itu, Dinkes Banyuasin telah memerintahkan seluruh puskesmas dan RSUD di Banyuasin untuk selalu siaga dan cepat melakukan penanganan medis apabila menerima pasien dengan kasus ISPA.
Baca juga: Kabut Asap Sebabkan Udara di Musi Rawas Tidak Sehat, Dinkes Ingatkan Risiko ISPA hingga Radang Mata
Di sisi lain, Direktur RSUD Banyuasin dr Ari Pauta mengatakan, saat ini terjadi peningkatan kasus ISPA yang cukup signifikan di rumah sakit tersebut.
"Ada yang dirawat saat ini 10 orang yang didominasi lansia dan anak-anak. Kasusnya bukan hanya ISPA tetapi komplikasi, seperti karena ada asma yang terpapar asap sehingga kumat. Jadi harus mendapatkan perawatan," katanya.
Lanjut dr Ari, pasien yang dirawat di RSUD Banyuasin merupakan rujukan dari puskesmas-puskesmas di Kabupaten Banyuasin.
Pasien rujukan tersebut merupakan pasien yang harus mendapatkan perawatan medis secara intensif.
"Memang, kebanyakan pemicunya asap karhutla. Tetapi pasien yang menjalani perawatan ini ada penyakit bawaan seperti asma tadi. Tidak dipungkiri, dari bulan sebelumnya ada peningkatan pasien yang dirawat karena ISPA," pungkasnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di RSUD Sukajadi. Pasien ISPA yang diduga terdampak karhutla saat ini belum mengalami peningkatan yang berarti.
"Memang ada beberapa bayi dan balita yang dirawat dengan keluhan batuk dan sesak, tetapi angkanya tidak banyak. Pemakaian oksigen juga masih dalam batas normal, sehingga stoknya masih mencukupi," kata Direktur RSUD Sukajadi dr Beta singkat.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.