TRIBUNJATIM.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melarang penggunaan susu kental manis (SKM) dan produk sejenis sebagai minuman dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aturan ini dibuat untuk memastikan makanan dan minuman yang diberikan kepada penerima manfaat, terutama anak-anak, benar-benar memenuhi kebutuhan gizi.
BGN juga ingin mencegah konsumsi gula berlebihan melalui menu MBG.
Keputusan tersebut diambil setelah BGN menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga.
Pertemuan itu melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta perwakilan asosiasi industri dan koperasi susu.
Melalui akun Instagram resminya, BGN menegaskan bahwa produk yang menggunakan SKM dengan kandungan gula tinggi tidak boleh diberikan sebagai minuman dalam menu MBG.
BGN juga menyatakan larangan tersebut mencakup minuman susu, minuman yang mengandung susu, minuman rasa susu, hingga susu kental manis yang digunakan sebagai minuman.
Lantas, mengapa kental manis dilarang menjadi minuman dalam program MBG?
Baca juga: Kebijakan BGN Sediakan 80 Persen Susu Segar untuk Program MBG Disambut Baik Peternak Lokal
Baca juga: 566 Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah Sidoarjo
Secara komposisi, kental manis berbeda dengan susu yang biasa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Produk tersebut dibuat dengan mengurangi sebagian air dari campuran susu, kemudian ditambahkan gula dalam jumlah tertentu.
Karena itu, kental manis tidak dapat disamakan dengan susu sebagai sumber utama nutrisi bagi anak.
BPOM sendiri mengatur penggunaan kental manis sebagai pelengkap makanan, topping, atau bahan dalam pembuatan makanan dan minuman.
Produk tersebut bukan diperuntukkan sebagai satu-satunya sumber gizi dalam bentuk minuman, khususnya bagi anak-anak.
Hal senada disampaikan Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Qolbu Insan Mulia Batang, dr. Osa Endiputra, M.Sc., Sp.G.K., AIFO-K.
Menurut dr. Osa, kental manis tidak tepat jika digunakan sebagai pengganti susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
Kandungan gula yang tinggi membuat produk tersebut berbeda dari susu yang memang ditujukan sebagai sumber zat gizi.
"Susu kental manis itu bukan susu. Hati-hati, susu kental manis itu bukan susu, itu gula. Gula bentuknya cair kental," ujar dr. Osa, dikutip di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Baca juga: 748 Siswa Jadi Korban Keracunan MBG di Sidoarjo, Wakil Kepala BGN Minta Maaf: Kondisi Baik
Ia menjelaskan, konsumsi minuman dengan kandungan gula tinggi secara rutin dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan pada anak.
Di antaranya kelebihan berat badan, obesitas, hingga kerusakan gigi.
Bahkan dalam jangka panjang, pola konsumsi tinggi gula juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular ketika anak tumbuh dewasa.
Selain dampak terhadap kesehatan fisik, konsumsi kental manis rutin juga berisiko membentuk kebiasaan anak menyukai makanan dan minuman dengan rasa yang terlalu manis.
Kebiasaan tersebut dapat membuat anak lebih sulit menerima makanan atau minuman sehat yang memiliki rasa alami dan tidak terlalu manis.
Akibatnya, pola makan anak berpotensi menjadi kurang beragam.
Anak bisa lebih memilih makanan atau minuman manis dibandingkan sumber makanan yang kaya protein, vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya.
Anak yang mengonsumsi minuman tinggi gula dapat merasa kenyang karena mendapatkan asupan kalori, tetapi belum tentu memperoleh zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena anak membutuhkan asupan protein, vitamin, mineral, serta berbagai zat gizi lain secara seimbang.
Jika rasa kenyang lebih banyak diperoleh dari makanan atau minuman tinggi gula tetapi rendah zat gizi, anak berisiko kehilangan kesempatan untuk mendapatkan asupan bergizi dari makanan lainnya.
Dengan kebijakan tersebut, menu MBG diharapkan tidak hanya membuat anak kenyang, tetapi juga memberikan zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan mereka.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.