TRIBUNJATIM.COM - Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah setelah perceraian belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Setelah polemik nafkah dan aset, konflik keduanya kini juga berkaitan dengan gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Di tengah persoalan tersebut, rumah mewah di kawasan Cilandak menjadi salah satu aset yang turut disorot kedua belah pihak.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membeberkan pembagian sejumlah aset saat kliennya dan Sarwendah memutuskan bercerai.

Baca juga: Ruben Onsu Tagih Sarwendah Sertifikat Vila usai Nama Pemilik Diganti, Kuasa Hukum: Bagiannya Ruben

Menurut Minola, beberapa aset Ruben diberikan kepada Sarwendah, termasuk dua rumah dan sejumlah kendaraan.

"Dia dapat rumah di Cilandak, rumah di Rempoa, ada tiga mobil kalo gak salah. Tiga mobil salah satunya Mercy," tutur Minola.

Sementara itu, Minola menyebut Ruben mendapatkan aset berupa sebuah vila dan sejumlah tanah.

"Ruben dapat apa? Villa itu, dengan tanah-tanah yang masih girik," sambungnya.

Namun, rumah di Cilandak yang menjadi bagian dari polemik aset tersebut belakangan telah ditinggalkan Sarwendah.

Minola membantah adanya desakan dari Ruben yang membuat mantan istrinya itu memilih angkat kaki dari rumah tersebut.

"Kalau keinginannya pindah itu kan keinginan sendiri. Kemudian dia mengatakan karena inilah, karena itulah, harus dibuktikan," pinta Minola.

"Janganlah artinya, dia pindah kemudian memframing karena saya tidak nyaman di rumah itu karena ada ini. Janganlah," tandasnya.

Sebelumnya, Sarwendah mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan rumah mewah di Cilandak.

Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah disebut mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan anak-anaknya.

Keputusan pindah itu diambil setelah muncul sejumlah situasi yang dinilai tidak kondusif untuk anak-anak.

"Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak. Ada pihak-pihak lain lah yang mencari orang lain yang enggak ada lagi di rumah itu," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

Chris mengatakan pihaknya memiliki dokumentasi mengenai kedatangan sejumlah orang ke rumah tersebut.

Menurutnya, orang-orang tersebut diduga datang untuk menagih utang.

"Kita juga bawa nih, ini masih hangat belum lama ya, kira-kira 11 Juli. Diduga debt collector memang datang ke rumah menyampaikan adanya tagihan. Lebih kurang ada lima orang yang mendatangi jam 21.52 WIB," ujarnya.

Selain soal kedatangan orang-orang yang diduga debt collector, Sarwendah juga disebut menerima informasi mengenai kemungkinan rumah tersebut masuk dalam proses lelang.

"Klien kami mendapat informasi bahwa rumah itu sudah harus dilelang. Jadi klien kami tidak mau dong diberikan gono-gini yang seperti itu. Jadi ya sudahlah, enggak mau ambil pusing," ucapnya.

Baca juga: Sarwendah Siapkan Somasi untuk Ruben Onsu soal Cicilan Aset, Takut Rumah yang Jadi Haknya Dilelang

Sarwendah sendiri mengakui bahwa meninggalkan rumah tersebut bukan keputusan yang mudah.

Ia harus memikirkan cara menjelaskan perubahan tempat tinggal kepada anak-anak tanpa memperburuk hubungan dengan Ruben.

"Pasti butuh perjuangan saya ya untuk menjelaskan kenapa harus pindah. Saya akan menjelaskan seminim mungkin, sebaik mungkin tanpa memojokkan satu sama lain," tutur Sarwendah.

Chris menambahkan, Sarwendah memilih pindah agar bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang bersama anak-anak.

"Klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, ya, klien kami lebih baik untuk pindah. Untuk mencari apa? Mencari kebahagiaan dengan anak-anak," katanya.

"Klien kami sudah hidup dengan anak-anaknya dan juga terkait perpindahannya pun sudah diinformasikan kepada mantan suaminya," pungkas Chris.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.