Jakarta (ANTARA) - Vokalis Tantri Syalindri menjelaskan alasan penghentian konser grup band Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu malam (13/9) dalam unggahan di akun Instagram miliknya.
Ia menyampaikan bahwa konser gratis yang semula berjalan dengan baik mulai terganggu ketika ada oknum dari arah penonton yang menebar gas tanpa asap berbau menyengat saat lagu ke-9 berjudul "Hijaukan Bumi" dibawakan.
"Karena jarak panggung dan barikade cukup dekat, saya sempat menghirup gas tersebut. Napas terasa sakit dan saya kesulitan bernyanyi," tulisnya.
Dia kemudian menggunakan sediaan oksigen portabel dan kembali tampil setelah mengingatkan agar tindakan membahayakan semacam itu tidak dilakukan lagi.
Namun, aksi penyebaran gas kembali dilakukan saat lagu ke-10 yang berjudul "Pelan-Pelan saja" dibawakan, membuat Tantri batuk, muntah, dan pusing.
"Akhirnya saya memutuskan menghentikan konser demi keselamatan saya, personel, kru, dan terutama penonton, karena banyak juga anak-anak yang hadir," tulisnya.
Tantri menyayangkan tindakan yang merugikan orang banyak semacam itu dilakukan di tempat yang seharusnya menjadi tempat untuk bersenang-senang dan menikmati musik.
Dia berharap penonton yang ikut terkena paparan gas, termasuk yang dikabarkan sempat pingsan, telah mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan dan tidak mengalami gangguan serius.
"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang di panggung manapun. Mari jaga ruang pertunjukan agar tetap aman dan nyaman untuk semua," katanya.
Pengelola kawasan Kota Tua menyampaikan bahwa setelah kejadian yang memicu penghentian konser Kotak, area pertunjukan langsung disterilkan dan pengunjung yang terdampak ditangani oleh petugas kesehatan.
Menurut pengelola kawasan, orang yang diduga terlibat dalam insiden penyebaran gas semasa konser di Kota Tua sudah ditangkap dan ditahan di Kepolisian Subsektor Pinangsia.