Liputan6.com, Jakarta - Bagaimana jika sifat manipulatif, narsistik, atau kurang memiliki empati ternyata punya kaitan dengan kemampuan seseorang menghasilkan karya kreatif? Sebuah studi terbaru menemukan hubungan menarik antara Dark Triad dan pencapaian kreatif seseorang.


Dark Triad merupakan istilah psikologi yang mencakup tiga sifat kepribadian, yaitu Machiavellianism, psikopati, dan narsisme. Ketiganya memang kerap dikaitkan dengan sisi gelap kepribadian manusia.


Namun, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Aesthetics, Creativity, and the Arts menunjukkan bahwa ketiga sifat tersebut memiliki kaitan dengan cara seseorang memproses informasi. Pola pemrosesan informasi inilah yang kemudian berhubungan dengan pencapaian kreatif di dunia nyata.


Dark Triad dan Cara Otak Memproses Informasi


Penelitian berjudul Breaking the Mold: How Dark Personality Traits Shape Creative Achievement Through Cognitive Styles dilakukan oleh Marco Giancola dari Department of Biotechnological and Applied Clinical Sciences, University of L’Aquila, Italia.


Giancola menjelaskan bahwa penelitian kreativitas selama ini lebih banyak menyoroti sisi positif kepribadian, seperti keterbukaan terhadap pengalaman, kecerdasan, dan kemampuan berpikir divergen. Padahal, faktor-faktor tersebut hanya menjelaskan sebagian dari variasi pencapaian kreatif seseorang di dunia nyata.


Dalam penelitian ini, perhatian diarahkan pada field independence, yakni gaya kognitif yang membuat seseorang lebih mampu memisahkan informasi penting dari latar belakang yang kompleks atau mengganggu.


Orang dengan gaya kognitif ini juga cenderung lebih mengandalkan penilaian internal dibandingkan petunjuk atau tekanan dari lingkungan sosial.


Penelitian Melibatkan 212 Mahasiswa


Penelitian melibatkan 212 mahasiswa dengan usia rata-rata 21 tahun. Sekitar separuh peserta merupakan perempuan dan mereka berasal dari berbagai bidang studi, termasuk biologi, kedokteran, dan psikologi.


Para peneliti mengukur tiga sifat dalam Dark Triad menggunakan kuesioner standar 12 pertanyaan. Machiavellianism menggambarkan kecenderungan manipulatif, sinis, dan strategis. Psikopati berkaitan dengan impulsivitas, pencarian sensasi, serta rendahnya empati dan rasa bersalah.


Sementara itu, narsisme ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan akan perhatian, dan perasaan berhak mendapatkan perlakuan khusus.


Gaya kognitif peserta kemudian diuji menggunakan Embedded Figures Test. Peserta diminta menemukan bentuk sederhana yang tersembunyi di dalam gambar yang lebih kompleks. Semakin cepat seseorang menemukan bentuk tersebut, semakin kuat kecenderungan field independence-nya.


Sementara itu, pencapaian kreatif diukur melalui 10 bidang, termasuk seni visual, musik, tari, desain arsitektur, penulisan kreatif, humor, penemuan ilmiah, penemuan atau inovasi, teater, dan seni kuliner.


Sifat Dark Triad Ternyata Berkaitan dengan Kreativitas


Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan tingkat Machiavellianism, psikopati, dan narsisme yang lebih tinggi cenderung lebih cepat menemukan bentuk tersembunyi. Artinya, mereka menunjukkan gaya pemrosesan informasi yang lebih field-independent.


Menariknya, hubungan langsung antara sifat Dark Triad dan pencapaian kreatif tidak terbukti signifikan. Hubungan tersebut justru muncul secara tidak langsung melalui gaya kognitif.


Dengan kata lain, sifat Dark Triad berkaitan dengan cara seseorang memproses informasi, dan gaya pemrosesan informasi tersebut kemudian berkaitan dengan pencapaian kreatif di dunia nyata.


"Temuan ini menunjukkan bahwa beberapa karakteristik yang terkait dengan Machiavellianisme, psikopati, dan narsisisme mungkin bertepatan dengan cara pemrosesan informasi yang lebih independen dari konteks eksternal," ujar Giancola.


Menurutnya, gaya kognitif tersebut membuat seseorang lebih mengandalkan kerangka berpikir internal, mampu memisahkan informasi yang relevan dari konteks sekitarnya, dan tidak terlalu dibatasi oleh petunjuk dari luar.


Mengapa Bisa Berhubungan dengan Karya Kreatif?


Giancola melihat kemungkinan mekanisme yang berbeda pada masing-masing sifat.


Pada Machiavellianism, orientasi strategis dapat membantu seseorang menyaring gangguan, berfokus pada informasi yang berkaitan dengan tujuan, memecah masalah, dan mencari solusi baru.


Pada psikopati, rendahnya sensitivitas terhadap norma sosial dan hambatan emosional dapat membuat seseorang lebih tidak memedulikan penilaian orang lain. Kondisi tersebut mungkin membuat mereka lebih berani mengambil risiko atau mengeksplorasi gagasan yang tidak biasa.


Sementara pada narsisme, fokus yang kuat pada diri sendiri, keyakinan terhadap penilaian pribadi, dan keinginan untuk tampil berbeda dapat membuat seseorang lebih mengandalkan perasaan serta penilaiannya sendiri dibandingkan masukan dari lingkungan.


"Yang saya anggap sangat menarik adalah betapa miripnya pola tersebut di seluruh Machiavellianisme, psikopati, dan narsisisme," kata Giancola.


Meski ketiganya memiliki karakter psikologis yang berbeda, pola dalam penelitian menunjukkan bahwa ketiganya memiliki hubungan yang serupa dengan gaya pemrosesan informasi yang lebih field-independent.



Bukan Berarti Dark Triad Membuat Seseorang Kreatif


Dark Triad mencakup Machiavellianism, psikopati, dan narsisme. Studi menemukan ketiganya berkaitan dengan gaya pemrosesan informasi tertentu yang juga berhubungan dengan pencapaian kreatif. (Narsis/copyright: unsplash/marco xu)
Dark Triad mencakup Machiavellianism, psikopati, dan narsisme. Studi menemukan ketiganya berkaitan dengan gaya pemrosesan informasi tertentu yang juga berhubungan dengan pencapaian kreatif. (Narsis/copyright: unsplash/marco xu)

Giancola menegaskan bahwa hasil penelitian ini tidak berarti sifat Dark Triad secara otomatis membuat seseorang lebih kreatif.


"Adalah sebuah kekeliruan besar untuk menyimpulkan bahwa ciri-ciri kepribadian 'gelap' (dark personality traits) pada dasarnya bermanfaat, atau bahwa menjadi lebih narsisistik, Machiavellian, ataupun psikopat akan membuat seseorang menjadi lebih kreatif," ujarnya.


Sifat-sifat tersebut tetap dapat memiliki konsekuensi dalam hubungan interpersonal dan perilaku. Temuan penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan statistik antara sifat kepribadian tertentu, cara memproses informasi, dan pencapaian kreatif.


Penelitian Masih Memiliki Keterbatasan


Penelitian ini dilakukan secara cross-sectional, sehingga data dikumpulkan pada satu titik waktu. Karena itu, penelitian belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara pasti.


Selain itu, peserta merupakan mahasiswa dan secara umum memiliki tingkat sifat Dark Triad yang relatif rendah. Hasilnya belum tentu dapat diterapkan pada individu dengan karakteristik yang jauh lebih ekstrem.


Penelitian selanjutnya dapat melibatkan kelompok yang lebih beragam, mengamati peserta dalam jangka waktu lebih panjang, serta memasukkan faktor kepribadian lain.


Giancola juga menyebut pentingnya melihat Dark Tetrad dan Dark Factor of Personality untuk memahami bagaimana berbagai sifat kepribadian gelap dapat memengaruhi kreativitas melalui jalur kognitif, motivasi, dan pengendalian diri.


Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih menarik bukan sekadar apakah suatu sifat kepribadian baik atau buruk bagi kreativitas. Yang lebih penting adalah memahami dalam kondisi apa dan melalui mekanisme apa suatu sifat dapat mendorong atau justru menghambat perilaku kreatif.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.