Penulis : Yunia Rahmiati
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG-Siapa yang tak kenal jeruk nipis? Buah bulat berwarna hijau cerah ini hampir selalu ada di dapur.
Biasanya digunakan sebagai perasa soto, bahan hidangan penutup, atau campuran minuman segar saat cuaca panas.
Meski ukurannya tergolong mungil dan rasanya cukup tajam di lidah, ternyata buah ini menyimpan banyak kebaikan bagi kesehatan tubuh.
Satu buah jeruk nipis ukuran sedang (sekitar 67 gram) mengandung sekitar 20 kalori dan 7 gram karbohidrat, tetapi sudah sanggup memenuhi lebih dari 20 persen kebutuhan harian vitamin C tubuh.
Selain vitamin C, jeruk nipis juga mengandung serat, kalsium, zat besi, kalium, serta bermacam-macam senyawa antioksidan seperti flavonoid dan asam askorbat yang siap menjaga sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Mengonsumsi jeruk nipis atau meminum perasannya secara teratur memberikan banyak manfaat bagi tubuh, diantaranya sebagai berikut.
Tingginya kadar vitamin C membantu tubuh memproduksi sel darah putih lebih banyak, menjadikan tubuh tidak mudah terserang infeksi dan penyakit lainnya.
Saat terkena flu, proses penyembuhannya bisa berlangsung lebih cepat karena adanya rangsangan produksi kolagen dan mengurangi peradangan.
Jeruk nipis juga menjadi pemasok antioksidan yang mempertahankan sel-sel tubuh dari radikal bebas yang merusak tubuh.
Vitamin C berperan penting merangsang pembentukan kolagen, yaitu protein yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis.
Jeruk nipis dengan ukuran sedang tersimpan lebih dari 20 persen nutrisi untuk memenuhi kebutuhan harian.
Vitamin C dan antioksidan di dalamnya juga membantu mengurangi risiko kulit kering serta penuaan dini, yang disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan antara radikal bebas dan antioksidan dalam tubuh.
Kandungan vitamin C membantu memperlancar aliran darah dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Selain itu juga mencegah penumpukan plak pada pembuluh darah yang menyebabkan arteri tersumbat.
Batu ginjal bisa terbentuk ketika warna urine terlalu pekat atau tubuh memiliki kadar mineral pembentuk batu yang berlebihan seperti kalsium.
Kandungan asam sitrat alami pada jeruk nipis dapat mengikat mineral pembentuk batu di dalam urine, sehingga menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membuat sel darah merah dan menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh adalah zat besi. Kekurangan nutrisi ini bisa menyebabkan anemia defisiensi besi.
Gejala dari kondisi tersebut adalah mudah lelah, mudah kehabisan napas saat berolahraga, pucat, serta rambut dan kulit kering.
Risiko terbesar mengalami anemia defiensi zat besi adah orang yang sedang menjalani pola makan vegan.
Zat besi yang ada pada tumbuhan, tidak bisa terserap baik dibanding dengan zat besi yang berasal dari dagiang atau sumber pangan hewani lainnya. Hal ini dapat dibantu oleh air perasan jeruk nipis.
Meminumnya saat makan bisa meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan hingga 70 persen.
Senyawa flavonoid yang sifatnya sebagai antioksidan dalam jeruk nipis dapat membantu menghentikan pertumbuhan sel-sel yang berpotensi menjadi kanker.
Baca juga: 10 Manfaat Air Lemon Bagi Kesehatan yang Jarang Disadari, Lancarkan Aliran Darah, Merawat Jantung
Menariknya jeruk nipis juga punya fungsi lebih, selain menjadi penyedap rasa masakan dan minuman,.
Karena memiliki sifat antimikroba alami, air perasannya sering dimanfaatkan sebagai bahan pembersih rumah tangga yang bebas bahan kimia berbahaya.
Cukup campurkan jus jeruk nipis dengan sedikit air dan cuka untuk dijadikan semprotan pembersih meja atau penetralkan bau tak sedap.
Meski menyehatkan, jeruk nipis sebaiknya tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan. Sifat asamnya yang cukup kuat bisa mperburuk gangguan asam lambung seperti maag dan heartburn.
Asam yang tinggi juga berisiko mengikis lapisan enamel gigi. Cara sederhana untuk mencegahnya adalah langsung berkumur dengan air mineral biasa setelah minum atau makan sajian yang mengandung jeruk nipis.
Hindari mengoleskan air jeruk nipis langsung ke kulit ketika hendak beraktivitas di bawah terik matahari langsung. arena reaksi bahan alaminya bisa membuat kulit mengalami iritasi dan kemerahan atau disebut sebagai phytophotodermatitis.
Sumber : Kompas.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.