Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Halaman SMKN 1 Gandapura, Kabupaten Bireuen, tampak berbeda dari biasanya, Selasa (15/9/2026). Beragam rempah khas Aceh dipamerkan sebagai bagian dari penyambutan tim penilaian Lomba Sekolah Sehat tingkat Kabupaten Bireuen.

Kegiatan bertema “Kekayaan Lokal untuk Kesehatan Global” itu menampilkan berbagai jenis rempah Aceh sekaligus mengenalkan warisan budaya dan potensi kesehatan yang terkandung di dalamnya.

Kepala SMKN 1 Gandapura, Feri Irawan SSi MPd, mengatakan rempah Aceh merupakan salah satu kekayaan lokal yang memiliki sejarah panjang dan hingga kini masih relevan untuk dikembangkan.

Baca juga: 15 Remaja SMA Kartika XIV-I Disiapkan Jadi Kader TaKasi-SeRa, Perkuat Gerakan Sekolah Sehat

Menurutnya, Aceh sejak dahulu dikenal sebagai salah satu wilayah penting dalam perdagangan rempah di kawasan Selat Malaka. Sejumlah komoditas seperti lada, pala dan cengkih telah menjadi bagian dari sejarah perdagangan Aceh.

“Rempah-rempah itu bukan romantisme masa lalu, tapi rempah-rempah adalah masa depan,” kata Feri.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kekayaan alam dan budaya Aceh.

Baca juga: UNICEF dan Dinas Pendidikan Evaluasi Gerakan Sekolah Sehat di 38 SMP Banda Aceh

“Dengan mengenal rempah-rempah Aceh, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui jenis dan manfaatnya, tetapi juga dapat memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka,” ujarnya.

Dalam pameran tersebut, sekolah menampilkan sejumlah rempah kering, di antaranya kayu manis, cengkih, kapulaga, ketumbar, lada dan pala.

Sementara rempah segar yang dipamerkan meliputi jahe, kunyit, lengkuas, serai dan kencur.

Setiap jenis rempah ditempatkan di meja yang telah ditata di Selasar Laboratorium Komputer (Labkom) SMKN 1 Gandapura. Para siswa juga diberikan kesempatan mengenali karakteristik rempah melalui bentuk, warna, rasa dan aroma.

Duta UKS SMKN 1 Gandapura, Nabila, memberikan penjelasan kepada siswa dan tim penilai mengenai masing-masing rempah, termasuk pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Para siswa diajak mencium dan meraba rempah-rempah tersebut agar lebih mengenal karakteristik setiap jenis tanaman.

Terkait Penilaian Sekolah Sehat

Feri menjelaskan, pameran rempah tersebut memiliki kaitan dengan pelaksanaan Trias UKS, khususnya aspek pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan lingkungan.

Menurutnya, keberadaan tanaman obat dan rempah di lingkungan sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa mengenai pemanfaatan tanaman untuk mendukung pola hidup sehat.

Rempah seperti jahe, kunyit, kencur, serai dan lengkuas juga dapat ditanam di lingkungan sekolah sebagai bagian dari edukasi tanaman obat.

“Rempah-rempah memiliki sejarah panjang bagi Aceh. Karena itu, kami ingin siswa tidak hanya melihatnya sebagai bumbu dapur, tetapi juga memahami nilai budaya dan potensi yang dimilikinya,” kata Feri.

Ia menambahkan, pengetahuan tentang rempah diharapkan dapat diteruskan siswa kepada keluarga masing-masing sehingga pemanfaatan kekayaan lokal tersebut dapat dikenal lebih luas.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen SMKN 1 Gandapura dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mengenal kekayaan alam dan budaya daerah.

Selain menjadi media edukasi, pengenalan rempah juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa terhadap potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengolahan dan pemasaran produk berbasis rempah Aceh.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.