NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Sebuah warung milik warga Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana Bali alami kerusakan, Selasa 15 September 2026 sore.

Adalah warung yang diduga ditabrak bus besar yang hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Kerusakan parah terjadi pada atap depan warung dan kerugian korban ditaksir mencapai ratusan ribu rupiah. 

Menurut informasi yang diperoleh, warung tersebut berlokasi di gang I wilayah Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk.

Sekitar pukul 18.30 WITA, bus yang hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk menabrak warung warga tersebut hingga rusak pada bagian atap depan warung. 

 

Padahal, di jalur tersebut sudah terpasang tanda larangan bahwa bus dilarang masuk gang ketika hendak menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Sebab, jalur gang tersebut merupakan pemukiman dengan padat penduduk dan jalannya cukup sempit jika dilewati kendaraan besar.

Baca juga: PHDI Denpasar Akan Gelar Menek Kelih hingga Metatah Massal, Jawab Anggapan Yadnya di Bali Ribet

Aksi bus masuk gang tersebut diduga sengaja dilakukan seorang oknum warga. 

"Kejadiannya kemarin sore saat terjadi antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk. Saksi melihat bus tersebut menabrak warung hingga rusak di bagian atap depannya," jelas Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma saat dikonfirmasi, Rabu 16 September 2026. 

Dia melanjutkan, jalur gang tersebut hanya diperuntukkan bagi mobil kecil atau kendaraan kecil (KK) sekelas mobil pribadi.

Mengingat jalur tersebut merupakan kawasan pemukiman dan jalannya cukup sempit. 

Beruntung pasca kejadian bus tersebut ada itikad baik.

Pemilik warung telah diberikan ganti rugi untuk perbaikan warungnya.

Namun, aksi bus masuk gang itu sangat disayangkan.

Mengingat warga sudah memasang tanda larangan adanya aktivitas kendaraan besar seperti bus ke daerah tersebut.

Jalur bus menuju Pelabuhan Gilimanuk adalah di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. 

"Pengurus busnya kemarin sudah ganti rugi untuk perbaikan warung warga. Kasian sekali warga tersebut," ungkapnya. 

Dengan insiden ini, kata dia, warga sangat mengeluhkan adanya kendaraan besar sampai melintas ke gang-gang yang ada di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Sebab, selain berpotensi merusak fasilitas warga, kendaraan berat juga berpotensi merusak jalan yang sebelumnya telah diperbaiki warga secara swadaya.

"Banyak warga kita yang protes dengan adanya kendaraan besar nekat masuk ke jalur gang ini. Karena beberapa waktu lalu juga sempat merusak fasilitas di kawasan tersebut dan sangat berbahaya bagi pemukiman terutama anak kecil yang tinggal di sana," tegasnya. 

"Kami harap pengurus bus bisa mengerti kondisi ini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga di sekitar kawasan," harapnya. 

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.