TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) dihebohkan dengan bocah laki-laki (7) bernama Sandian Putra tewas tenggelam di Sungai Kapuas tepatnya di tepian Jalan Selat Bali, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara pada Selasa 6 Oktober 2026 sore WIB.

Korban yang diketahui warga Jalan Darma Putra, Gang Darma Putra 21, Kelurahan Siantan Hilir masih duduk di kelas 2 SD.

Kronologi Sandian Tenggelam

Berdasarkan informasi sekitar, kejadian naas itu bermula sekitar pukul 13.30 WIB ketika saudara Sandian, Zidan bersama teman-teman sebayanya sedang asyik bermain di area tepian Sungai Kapuas.

Satu jam berselang tepatnya pukul 14.30 WIB, Sandian datang menyusul sang kakak ke lokasi kejadian dengan niat ikut bermain air.

Hanya berselang lima menit sejak kedatangannya, petaka itu datang.

Sekitar pukul 14.35 WIB, Zidan melihat adik kandungnya tersebut tiba-tiba tergelincir dari tepian dan jatuh ke dalam sungai. 

• BREAKING NEWS - Bocah 7 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Kapuas Pontianak Utara

Menyadari bahaya yang mengancam sang adik, Zidan yang panik langsung berusaha memberikan pertolongan dengan menggunakan pelampung yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

Namun, derasnya arus sungai membuat tubuh mungil Sandian dengan cepat terseret dan menghilang dari pandangan.

Kepanikan seketika pecah di lokasi kejadian.

Zidan yang tak kuasa menahan tangis segera meminta tolong kepada teman-temannya dan warga sekitar untuk mencari keberadaan sang adik.

Laporan kepanikan ini pun dengan cepat menyebar dan diterima oleh tim penyelamat gabungan.

Wakil Ketua Pemadam Kebakaran Kong Sun Siantan, Aboy, yang terjun langsung memimpin timnya ke lokasi kejadian,membenarkan kejadian tersebut dan menuturkan bahwa pihaknyalah yang mendapatkan informasi pertama kali dari anak-anak yang turut bermain di area sungai tersebut.

"Begitu kami dapat info dari salah satu anak yang turut bermain di sungai itu pada pukul 14.41 WIB sore, tim kami langsung turun ke TKP untuk melakukan pertolongan," jelas Aboy di sekitar lokasi pencarian saat ditemui di TKP pada Selasa Petang 6 Oktober 2026.

Pada pukul 15.50 WIB, tubuh Sandian berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi awal ia tergelincir. 

• Kebakaran Rumah Pontianak Selatan, Korban Dapat Bantuan dari Polisi

Sandian dan Zidan Tidak Bisa Berenang

Lebih lanjut, Aboy mengungkapkan fakta memilukan di balik insiden tersebut berdasarkan keterangan dari kakak korban.

Dimana kedua kakak-beradik itu diketahui memang tidak memiliki kemampuan berenang.

"Karena mereka adik-beradik ini memang tidak bisa berenang, jadi pegangannya itu di balok kayu," ungkap Aboy. 

Diduga kuat, pegangan korban pada balok kayu tersebut terlepas, yang menyebabkannya langsung tenggelam ke dasar sungai. 

"Kemungkinan adiknya ini terlepas dari balok, jadi abangnya nangis-nangis, terus ada kawan-kawan yang sebaya dengan mereka melapor," tambahnya.

Sebagai informasi, Jalan Selat Bali dapat diakses dari penjuru Kota Pontianak.

Mulai dari Bundaran Digulis di Jalan Jenderal Ahmad Yani bergerak ke arah Jalan Imam Bonjol.

Selanjutnya arahkan kendaraan menuju Jembatan Kapuas I hingga Jembatan Landak untuk menyeberang ke wilayah Pontianak Utara.

Setelah masuk Pontianak Utara, arahkan perjalanan menuju kawasan Siantan Tengah dan cari akses menuju Jalan Selat Bali dari Jl Gusti Situt Mahmud.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.