TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Empat nelayan asal Belawan terombang-ambing di tengah laut Selat Malaka selama kurang lebih 13 jam. Diduga, Kapal Motor (KM) Rezeki GT 5 yang digunakan mereka untuk menangkap ikan terbelah akibat ditabrak kapal asing.

Hal itu diungkap langsung oleh Nahkoda KM Rezeki, Marlan Hasibuan mengatakan saat itu, ia bersama tiga anak buah kapal (ABK) yakni Mhd Soleh (51), M. Hanafi (53), dan Samsul (47) melakukan perlayaran kelaut untuk menangkap ikan di tengah laut Selat Malaka persis nya dititik koordinat 13°28`560" N - 99°28`500" E. Selama tiga hari mereka berlayar di tengah laut.

Pada Minggu (4/10) sekitar pukul 22.00 WIB, saat itu mereka istirahat dan menurunkan jangkar kapal ke dasar perairan. Pukul 04.00 WIB, ada sebuah kapal asing yang mendekati kapal mereka, diduga kapal pancing ikan tuna berbendera Taiwan warna biru putih langsung menabrak kapal yang dinakhodai Marlan.

Namun, bukannya mendapatkan pertolongan, kapal asing tersebut langsung pergi meninggalkan mereka. "Jadi begitu tabraknya, kapal kami putus dua. kami melompat ke laut, saya langsung melompat ke laut, anggota masih di kapal kecampak," ucap Marlan Hasibuan, Kamis (8/10).

Tanpa satupun alat pelampung renang, mereka pun terombang-ambing di tengah lautan menggunakan jerigen plastik dan kayu bekas kapal tersebut. Selama kurang lebih 13 jam berada di tengah lautan, akhirnya pertolongan pun tiba, pukul 17.00 WIB, sebuah kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen saat melintas memberikan pertolongan dengan menurunkan perahu penyelamat atau sekoci. Kemudian, keempat nelayan tersebut diberikan bantuan berupa makanan dan pakaian.

Baca juga: Kejar-kejaran dengan Polisi Hingga Lima Kilometer, Kurir Bawa 450 Pcs Pod Getar dari Malaysia

Kapal Indiana (kapal kargo) tersebut menuju ke negara Singapore, mendapatkan informasi adanya para nelayan warga Indonesia yang terombang-ambing ini, tim SAR Dumai langsung menolong keempat nelayan ikan asal Belawan tersebut dan memindahkan para nelayan di tengah lautan. "Tim SAR Dumai mengantarkan kami untuk kembali ke Medan. Pada Selasa (6/10/2026) pagi, kami akhirnya tiba di Medan," ujarnya.

Marlan menjelaskan bahwa peristiwa tabrakan kapal tersebut membuat kapal miliknya untuk mencari nafkah ini mengalami rusak yang cukup parah hingga mengalami kerugian mencapai Rp 500 juta. Iya pun meminta ganti rugi terhadap kapal asing yang telah merusak kapal mereka. "Kami minta ganti rugi, cuman satu-satunya itulah usaha kami. Sebagai nelayan itulah mencari nafkah untuk anak istri kami. Kami meminta ganti, kami bermohon," tuturnya.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Ketua DPD HNSI Sumut, Zulfahri Siagian, mengatakan ketika mendapat laporan ada anggota nelayan Sumut asal Kota Medan yang ditabrak di laut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar segera melakukan pertolongan.

"Yang pertama kami mengucapkan puji syukur, nelayan kami ini selamat sampai ke Belawan hari ini tadi pagi. Setelah kami menerima informasi, kami sudah melaporkan al ini kepada Kepala Stasiun PSDKP Belawan, dan selanjutnya kami akan bersurat ke Dinas Perikanan Provinsi dan Kementerian Kelautan atas insiden ini," ujar Zulfahri Siagian, Kamis (8/10).

Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tabrak lari di laut. Di mana kapal para nelayan yang mencari ikan itu ditabrak oleh kapal ikan asing berbendera Taiwan. "Ya, mengingat lokasi kejadian, ini kan tabrak lari ya istilahnya. Kapal itu datang tiba-tiba tanpa tanda-tanda, kemudian menabrak kapal anggota kita dan langsung pergi, tidak melakukan pertolongan. Oleh karena itu kita meminta aparat perikanan PSDKP untuk mengusut tuntas kapal ikan tersebut," tegasnya.

Zulfahri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen yang telah menyelamatkan para nelayan.  "Ucapan terima kasih kami kepada kapal kargo Filipina yang sudah menyelamatkan atau menaikkan ABK kami ke atas kapal. Menurut informasi, sudah dilakukan layanan yang cukup baik, diberikan makanan, pakaian dan lain sebagainya," katanya.

Sementara itu, ia juga mengapresiasi koordinasi dengan Basarnas Dumai yang sigap menolong dan memindahkan serta mengantarkan eempat nelayan hingga sampai ke Medan. "Terima kasih juga kepada Kapten Leni Basarnas Dumai yang sudah membawa nelayan kami sampai ke darat dan mengantarkan ke bus untuk dibawa pulang ke Belawan," pungkasnya. (cr9/Tribun-Medan.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.