TRIBUNKALTIM.CO – Dua pertandingan pekan keenam Liga Italia pada Minggu (11/10/2026) berakhir dengan skor imbang 1-1.

AC Milan gagal membawa pulang kemenangan setelah ditahan Sassuolo di Stadion Mapei, Reggio Emilia, sementara Juventus juga tidak mampu menaklukkan Cagliari di Sardegna Arena.

Di Reggio Emilia, gol Adrien Rabiot sempat membawa AC Milan unggul atas Sassuolo.

Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan lima menit sebelum Cas Odenthal mencetak gol penyeimbang untuk tuan rumah.

Pertandingan berakhir dengan skor 1-1, meskipun Milan mencatatkan sejumlah peluang, terutama menjelang akhir babak pertama.

Baca juga: Hasil Liga Italia Lazio vs Monza 3-1, Nuno Tavares Menggila Bawa Si Elang Terbang Tinggi

Sementara itu, Cagliari lebih dahulu memimpin lewat gol Daniel Maldini pada menit ke-20 saat menjamu Juventus.

Gol tersebut menjadi bagian dari tren produktif Maldini yang, menurut laporan pertandingan, telah mencetak gol dalam empat laga Liga Italia secara beruntun.

 Juventus baru mampu menyamakan kedudukan melalui sundulan Randal Kolo Muani pada menit ke-81.

Kedua hasil tersebut membuat Milan dan Juventus sama-sama gagal meraih tiga poin. Milan tetap berada di peringkat kelima dengan 12 poin, sedangkan Cagliari disebut menempati posisi keempat dan Sassuolo berada di urutan ke-10 berdasarkan informasi klasemen dalam laporan sumber.

AC Milan Kesulitan Menghadapi Sassuolo Tanpa Jay Idzes

Pertandingan Sassuolo melawan AC Milan berlangsung di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Italia, Minggu (11/10/2026). Sassuolo menjalani laga kandang tanpa diperkuat bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, yang masih menjalani pemulihan cedera.

Idzes mengalami masalah pada otot kuadrisep ketika menghadapi Juventus pada 13 September 2026.

Otot kuadrisep merupakan kelompok otot besar di bagian depan paha yang berperan penting dalam gerakan meluruskan lutut, berlari, dan menendang bola. Ia diperkirakan baru dapat kembali bermain pada pertengahan Oktober.

Absennya bek berusia 26 tahun tersebut menjadi perhatian karena Sassuolo sebelumnya selalu kalah dalam lima pertandingan Serie A tanpa kehadirannya, sebagaimana dicatat dalam laporan pertandingan. Serie A merupakan nama kompetisi kasta tertinggi sepak bola profesional Italia.

Untuk menghadapi Milan, pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, menurunkan Duje Caleta-Car dan Fedde Leysen sebagai duet bek tengah sejak awal pertandingan. Aquilani sendiri pernah bermain sebagai gelandang AC Milan sekitar 15 tahun sebelumnya.

Di kubu lawan, pelatih Ruben Amorim mengubah pendekatan permainan Milan. Ia tidak menggunakan skema tiga bek yang selama ini menjadi andalannya, melainkan beralih ke formasi 4-4-2 dengan empat pemain di lini pertahanan, empat gelandang, dan dua penyerang.

Perubahan tersebut mengikuti hasil positif Milan ketika mengalahkan Lecce dengan skor 3-0 pada pekan sebelumnya. Dalam pertandingan melawan Sassuolo, Milan berusaha bermain lebih langsung atau direct, yakni mempercepat aliran bola menuju area serangan dan memanfaatkan kecepatan pemain sayap.

Meski demikian, pendekatan tersebut tidak langsung menghasilkan keunggulan. Sassuolo memberikan perlawanan fisik dan menyulitkan Milan membangun serangan pada fase awal pertandingan.

Cedera Pemain Warnai Babak Pertama

Alih-alih langsung menghasilkan banyak peluang berbahaya, pertandingan justru diwarnai cedera pemain pada sekitar 20 menit pertama.

AC Milan kehilangan Matteo Gabbia setelah sang bek mengalami masalah pada otot fleksor ketika mengejar Armand Lauriente. Otot fleksor merupakan kelompok otot yang membantu menekuk sendi. Gabbia kemudian digantikan Malick Thiaw dalam laporan susunan pemain yang tersedia.

Tujuh menit kemudian, Sassuolo juga harus melakukan pergantian pemain setelah Fedde Leysen mengalami cedera dan meninggalkan lapangan dengan bantuan staf medis. Posisinya kemudian ditempati Cas Odenthal.

Milan baru meningkatkan tekanan menjelang akhir babak pertama. Penyerang Goncalo Ramos memperoleh beberapa kesempatan melalui tembakan dan sundulan, tetapi upayanya berhasil digagalkan kiper Sassuolo, Arijanet Muric.

Muric tampil sigap menghadapi rangkaian serangan tersebut. Kiper yang pernah menimba pengalaman di Manchester City itu menggagalkan peluang Ramos dengan refleksnya, lalu kembali melakukan penyelamatan ketika Diego Moreira melepaskan tembakan dan Strahinja Pavlovic menyambut bola dengan sundulan pada masa tambahan waktu babak pertama.

Sejumlah peluang Milan tidak menghasilkan gol sehingga kedua tim memasuki jeda dengan skor masih 0-0. Penampilan Muric menjadi salah satu faktor yang membuat Sassuolo mampu bertahan dari tekanan lawan sebelum turun minum.

Adrien Rabiot Bawa Milan Unggul, Cas Odenthal Menyamakan Skor

Selepas jeda, Milan akhirnya memecah kebuntuan. Gol tersebut kembali mengikuti kecenderungan Milan mencetak gol setelah pertandingan melewati satu jam, sebagaimana digambarkan dalam laporan sumber.

Adrien Rabiot menjadi pencetak gol bagi tim tamu pada menit ke-63. Gelandang Milan itu melepaskan tembakan keras dari sudut sempit di dalam kotak penalti. Bola melesat menuju sisi dekat gawang dan tidak mampu dijangkau Muric.

Gol tersebut membuat Milan unggul 1-0. Namun, Sassuolo tidak membutuhkan waktu lama untuk membalas.

Pada menit ke-68, Cas Odenthal mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Bek asal Belanda itu memanfaatkan bola liar yang bergulir di antara kerumunan pemain di dalam kotak penalti Milan.

Proses gol diawali sepak pojok rendah yang dikirim Armand Lauriente. Bola kemudian berada di area berbahaya sebelum Odenthal menyelesaikannya menjadi gol.

Odenthal menjadi sorotan karena produktivitasnya meskipun bukan pilihan utama di lini belakang Sassuolo. Berdasarkan laporan pertandingan, ia telah mencetak dua gol dalam dua penampilan di Serie A musim tersebut. Gol pertamanya tercipta ketika Sassuolo menghadapi Atalanta pada giornata pertama.

Istilah giornata dalam sepak bola Italia merujuk pada satu pekan atau satu putaran pertandingan dalam kompetisi liga. Dengan demikian, catatan gol Odenthal menunjukkan bahwa ia mampu memberikan kontribusi di depan gawang meski bermain sebagai pemain bertahan.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim masih berusaha menciptakan peluang untuk mencari gol kemenangan. Namun, tidak ada gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Sassuolo Masih Sulit Ditaklukkan Milan

Hasil imbang 1-1 membuat AC Milan pulang dengan satu poin dari Reggio Emilia. Tim asuhan Ruben Amorim tersebut belum terkalahkan dan, menurut data yang dicantumkan dalam laporan, telah mengoleksi tiga kemenangan serta sejumlah hasil imbang dengan total 12 poin.

Milan tetap berada di peringkat kelima klasemen sementara Liga Italia. Sementara itu, Sassuolo menempati posisi ke-10.

Hasil tersebut juga memperpanjang catatan Sassuolo sebagai lawan yang sulit ditaklukkan Milan. Laporan pertandingan menyebut I Neroverdi gagal dikalahkan Milan dalam empat pertemuan terakhir mereka di Liga Italia.

I Neroverdi merupakan julukan Sassuolo yang merujuk pada warna hitam dan hijau pada identitas klub. Adapun I Diavolo merupakan julukan AC Milan yang berarti “Setan”.

Berikut hasil dan susunan pemain Sassuolo kontra AC Milan.

Sassuolo 1-1 AC Milan

Pencetak gol: Cas Odenthal 68' — Adrien Rabiot 63'.

Sassuolo (4-3-3): Muric; Van der Brempt (Cinquegrano 79'), Caleta-Car, Leysen (Odenthal 27'), Doig; Adzic, Matic (Lipani 79'), Bakola; Berardi, Esposito (Bowie 60'), Lauriente.

Pelatih: Alberto Aquilani.

AC Milan (4-4-2): Maignan; Gila, Gabbia (De Winter 20'), Pavlovic, Estupinan (Modric 46'); Chukwueze (Hutchinson 85'), Musah (Jashari 78'), Rabiot, Moreira; Pulisic (Cisse 78'), Ramos.

Pelatih: Ruben Amorim.

Daniel Maldini Cetak Gol Keempat Beruntun untuk Cagliari

Di pertandingan lain, Cagliari menjamu Juventus pada pekan keenam Liga Italia di Sardegna Arena, Italia, Minggu (11/10/2026). Tuan rumah tampil dengan modal awal musim yang cukup baik setelah meraih empat kemenangan dan satu kekalahan dalam lima pertandingan sebelumnya, sehingga menempati peringkat keempat klasemen.

Juventus datang dengan posisi tiga tingkat di bawah Cagliari. Tim asuhan Luciano Spalletti itu sempat mengalami kesulitan pada awal musim karena hanya mencatatkan dua kemenangan dalam empat pertandingan, meskipun mereka sedang membawa tren positif berupa dua kemenangan beruntun di Liga Italia dan Liga Europa.

Juventus memulai pertandingan dengan mengambil inisiatif serangan. Pada menit kesembilan, Pape Matar Sarr melepaskan tembakan yang melambung di atas gawang. Dua menit kemudian, Francisco Conceicao juga mencoba mengancam, tetapi belum berhasil membuka keunggulan.

Peluang berikutnya datang pada menit ke-15. Nico Gonzalez menyambut umpan silang Weston McKennie menggunakan lututnya, tetapi bola hasil sentuhannya masih melebar dari sasaran.

Meski Juventus lebih banyak menguasai bola, Cagliari justru menjadi tim yang lebih dahulu mencetak gol. Pada menit ke-20, Paul Mendy mengirimkan bola kepada Daniel Maldini, yang kemudian mempercepat larinya menuju kotak penalti Juventus.

Tembakan pertama Maldini berhasil diblok oleh pemain bertahan lawan. Namun, bola pantulan kembali mengarah ke area serangan setelah Mendy mengirimkannya lagi ke hadapan Maldini.

Kali ini, putra Paolo Maldini tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil menceploskan bola ke gawang Juventus.

Cagliari pun unggul 1-0. Gol itu sekaligus memperpanjang catatan produktif Daniel Maldini di Liga Italia.

Daniel Maldini Cetak Gol pada Hari Ulang Tahun ke-25

Gol ke gawang Juventus menjadi gol keempat Daniel Maldini dalam empat pertandingan Liga Italia secara beruntun, menurut laporan sumber. Sebelum laga tersebut, ia telah mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut sebelum jeda internasional.

Momen itu semakin istimewa karena Daniel Maldini merayakan ulang tahunnya yang ke-25 pada hari pertandingan. Ia merupakan putra Paolo Maldini, mantan bek legendaris AC Milan dan Timnas Italia.

Setelah kebobolan, Juventus terus berupaya menyamakan kedudukan. Namun, Cagliari juga memiliki peluang untuk menambah keunggulan. Pada menit ke-32, Harry Winks melepaskan tembakan jarak jauh yang memaksa kiper Juventus, Guglielmo Vicario, melakukan penyelamatan.

Juventus tetap menguasai bola dalam jumlah besar pada babak pertama. Laporan pertandingan mencatat penguasaan bola tim tamu mencapai 68 persen. Meski demikian, dominasi penguasaan bola itu belum mampu menghasilkan gol penyeimbang hingga turun minum.

Cagliari menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 berkat gol Daniel Maldini. Juventus harus mencari cara untuk menembus pertahanan tuan rumah pada paruh kedua.

Juventus Lakukan Pergantian Pemain, Kolo Muani Selamatkan Satu Poin

Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan upaya menyerang. Luciano Spalletti melakukan empat pergantian pemain dalam satu jam pertama pertandingan untuk mengubah jalannya permainan dan menambah daya gedor tim.

Meski begitu, Juventus masih kesulitan menemukan ruang di pertahanan Cagliari. Permainan lebih banyak berkutat di lini tengah sehingga peluang bersih tidak mudah tercipta.

Kerim Alajbegovic mencoba mengatasi kebuntuan lewat tembakan jarak jauh pada menit ke-79. Namun, kiper Cagliari, Elia Caprile, mampu mengamankan bola dengan relatif mudah.

Dua menit kemudian, Juventus akhirnya menyamakan kedudukan. Pada menit ke-81, Alajbegovic mengirimkan umpan silang dari sisi kiri yang disambut Randal Kolo Muani melalui sundulan. Bola masuk ke gawang Cagliari dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut menghidupkan kembali peluang Juventus untuk membalikkan keadaan. Pada menit ke-85, Kolo Muani nyaris mencetak gol keduanya lewat sundulan, tetapi bola mengenai mistar gawang. Bola pantulan kemudian disambut Nick Woltemade dengan sundulan lanjutan yang terlalu lemah sehingga mudah diamankan Caprile.

Tekanan Juventus berlanjut pada menit ke-87 ketika Andrea Cambiaso melepaskan tembakan. Caprile kembali melakukan penyelamatan untuk menjaga Cagliari tetap bertahan dalam pertandingan.

Tak lama berselang, Kolo Muani mencoba melakukan tendangan akrobatik. Caprile berhasil menggagalkan upaya tersebut, meskipun peluang itu pada akhirnya dinyatakan tidak berlanjut karena Kolo Muani lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Offside merupakan pelanggaran posisi dalam sepak bola yang terjadi ketika pemain penyerang berada dalam posisi terlarang saat rekan setim memainkan bola dan kemudian terlibat aktif dalam permainan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Wasit memberikan tambahan waktu empat menit pada akhir babak kedua. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1.

Cagliari dan Juventus Berbagi Poin

Hasil imbang tersebut membuat Cagliari gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir, sedangkan Juventus juga tidak mampu memaksimalkan dominasi penguasaan bola menjadi kemenangan.

Daniel Maldini membawa Cagliari unggul pada menit ke-20, sementara Randal Kolo Muani menjadi penyelamat Juventus melalui gol pada menit ke-81. Kedua tim akhirnya harus puas membawa pulang satu poin.

Berikut hasil dan susunan pemain Cagliari kontra Juventus.

Cagliari 1-1 Juventus

Pencetak gol: Daniel Maldini 20' — Randal Kolo Muani 81'.

Cagliari (4-3-2-1): Elia Caprile; Ze Pedro, Yerry Mina, Juan Rodriguez (Alessandro Deiola 46'), Adam Obert (Jacopo Fazzini 85'); Alessandro Romano, Harry Winks, Yanis Massolin (Alieu Fadera 60'); Michel Adopo, Daniel Maldini (Yukinari Sugawara 69'); Paul Mendy (M'Bala Nzola 70').

Pelatih: Fabio Pisacane.

Juventus (4-2-3-1): Guglielmo Vicario; Pierre Kalulu, Bremer, Jhon Lucumi, Zeki Celik (Andrea Cambiaso 64'); Douglas Luiz (Teun Koopmeiners 85'), Pape Matar Sarr; Francisco Conceicao (Edon Zhegrova 46'), Weston McKennie (Kerim Alajbegovic 46'), Nico Gonzalez (Nick Woltemade 60'); Randal Kolo Muani.

Pelatih: Luciano Spalletti.

Klasemen Serie A Sementara

 
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
35
Inter Milan
6
5
1
0
18
8
10
16
2
35
Lazio
6
5
1
0
11
4
7
16
3
35
Cagliari
6
5
0
1
6
2
4
15
4
35
Roma
6
4
2
0
14
3
11
14
5
35
AC Milan
6
3
3
0
11
5
6
12
6
35
Como 1907
6
3
2
1
9
6
3
11
7
35
Napoli
6
3
1
2
10
6
4
10
8
35
Juventus
6
3
1
2
8
5
3
10
9
35
Frosinone
6
3
1
2
9
7
2
10
10
35
Sassuolo
6
2
2
2
10
10
0
8
11
35
Atalanta
5
2
0
3
5
7
-2
6
12
35
Lecce
6
2
0
4
6
12
-6
6
13
35
Bologna
6
1
2
3
5
7
-2
5
14
35
Udinese
5
1
1
3
8
11
-3
4
15
35
Torino
5
1
1
3
5
8
-3
4
16
35
AC Monza
6
1
1
4
9
15
-6
4
17
35
Genoa
6
1
1
4
5
11
-6
4
18
35
Parma
6
1
1
4
4
10
-6
4
19
35
Fiorentina
6
1
1
4
7
14
-7
4
20
35
Venezia
5
0
0
5
4
13
-9
0
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Lihat selengkapnya →

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.