TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Domain .ai.id yang merupakan domain internet khusus AI, kini resmi memasuki fase General Availability (GA) sejak 5 Oktober 2026. General Availability menjadi fase lanjutan dalam rangkaian peluncuran .ai.id setelah sebelumnya melalui tahap Sunrise, Grandfather, dan Landrush.
Fase ini memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh nama domain .ai.id yang masih tersedia dan membangun identitas digital yang relevan dengan perkembangan kecerdasan artifisial.
Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA), Prof. Hammam Riza, mengatakan, antusiasme terhadap .ai.id telah terlihat sejak fase awal peluncurannya. Dibukanya General Availability diharapkan dapat memperluas pemanfaatan .ai.id oleh berbagai pihak di Indonesia maupun secara global.
Baca juga: PANDI dan Kementerian Ekraf Kaji Pengembangan IP Indonesia di Dunia Digital
“Sejak pertama kali diperkenalkan melalui fase Sunrise, .ai.id mendapat antusiasme yang tinggi, dengan jumlah pendaftar pada fase awal tersebut mencapai 1.000 pendaftar," ujar Prof Hammam Riza dikutip Selasa, 13 Oktober 2026.
Dia berharap, dengan dimulainya fase General Availability, akses semakin luas dan dapat mendorong lebih banyak startup, perusahaan, peneliti, institusi pendidikan, komunitas, maupun individu untuk memanfaatkan .ai.id dalam membangun identitas digital sekaligus memperkuat ekosistem AI Indonesia.
Perluas Akses ke Identitas Digital AI Indonesia
Seperti diketahui, .ai.id merupakan domain tingkat kedua berbasis kode negara Indonesia yang ditujukan bagi ekosistem kecerdasan artifisial.
Domain ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak, mulai dari startup, perusahaan teknologi, pengembang, lembaga riset, institusi pendidikan, komunitas, hingga individu yang mengembangkan produk, layanan, riset, maupun berbagai inisiatif di bidang AI.
Kehadiran domain ini diharapkan bisa menjadi pilihan alamat digital dan menjadi identitas yang merepresentasikan keterkaitan antara inovasi kecerdasan artifisial dengan Indonesia.
Dengan identitas digital yang relevan, pelaku ekosistem memiliki ruang untuk memperkenalkan produk, layanan, riset, serta inovasinya kepada audiens di tingkat nasional maupun global.
Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Ir. Isnawan mengatakan, dibukanya General Availability memberikan akses yang semakin luas bagi masyarakat untuk memiliki dan menggunakan domain .ai.id.
“Kami menyambut positif antusiasme yang telah terbentuk sejak fase awal pendaftaran .ai.id. Dengan dibukanya General Availability, pendaftaran kini dapat dilakukan oleh masyarakat umum melalui registrar resmi domain.id," kata Isnawan.
Pihaknya berharap kemudahan akses ini dapat memperluas penggunaan .ai.id dan mendorong semakin banyak pihak untuk membangun identitas digital yang kuat serta berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem kecerdasan artifisial Indonesia.
Pada fase General Availability, pendaftaran .ai.id terbuka untuk siapa saja, baik dari Indonesia maupun luar negeri, tanpa memerlukan dokumen khusus. Pendaftaran dilakukan melalui registrar resmi domain.id berdasarkan prinsip first come, first served.
Dengan mekanisme tersebut, nama domain yang masih tersedia dapat didaftarkan oleh pihak yang lebih dahulu menyelesaikan proses registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon pendaftar yang telah memiliki nama pilihan disarankan untuk terlebih dahulu mengecek ketersediaannya melalui registrar resmi.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.