BANJARMASINPOST.CO.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kembali membahayakan fasilitas pendidikan. Siswa dan pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Banjarbaru berhamburan ke luar kelas saat api tiba-tiba membesar, mendekati sekolah yang terletak di Jalan Kong X, Landasan Ulin Selatan, Lianganggang, Banjarbaru, Selasa (13/10/2026).
Dari pantauan BPost, api tidak hanya di satu titik, tetapi berkobar di beberapa titik mengelilingi kawasan sekolah. Bahkan, salah satu titik api hanya berjarak sekitar hitungan meter dengan bangunan ruang kelas dan kantin sekolah. Beruntung relawan pemadam kebakaran cepat datang untuk memadamkan api.
Tidak hanya pemadam, siswa dan guru berhamburan ke luar ruangan untuk membantu memadamkan api.
Siswa membantu memadamkan api meski menggunakan peralatan seadanya seperti gayung, ember dan ranting pohon.
Baca juga: Karhutla dan Darurat Pendidikan Kita
Kepala SMKN 4 Banjarbaru, Finna Rahmawati, mengatakan sempat terjadi sedikit kepanikan di kalangan siswa karena ada bagian sisi belakang sekolah yang belum berpagar.
Meskipun dikepung karhutla, aktivitas pembelajaran di SMKN 4 Banjarbaru masih berjalan seperti biasa dan siswa masih berada di sekolah alias tidak dipulangkan lebih awal.
Menurutnya, pihak sekolah menyiapkan opsi memulangkan siswa jika situasi memburuk.
Ia juga mengatakan jika beberapa tenaga pendidik di SMKN 4 ada yang memang bertugas sebagai pemadam atau tergabung dalam relawam damkar.
Salah seorang tenaga pendidik disana, Ahmad Muzakir, mengatakan api yang berkobar nyaris mengenai bangunan sekolah sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
“Ya (apinya) masuk bagian sekolah, cuman masih di belakang kelas,” katanya.
Muzakir yang juga relawan damkar ini menyebut pihaknya kesulitan mendapatkan titik air dalam proses pemadaman, dan hanya mengandalkan armada damkar yang mempunyai tangki atau tandon.
Karhutla yang mengganggu aktivitas pembelajaran juga dialami Pesantren Intan Ilmu, Jalan Gubernur Syarkawi, Baritokuala (Batola). Bahkan karena karhutla yang mendekati lingkungan pondok membuat pengelola memulangkan seluruh santri.
Keputusan tersebut diambil Senin (12/10/2026) kemarin, setelah sejumlah titik api di sekitar pesantren tak kunjung padam dan justru mendekati lingkungan pendidikan tersebut.
Sebanyak 266 santri yang terdiri dari 199 santri putra dan 67 santri putri terdampak kebijakan pemulangan ini. Mereka menempuh pendidikan setingkat SMP hingga SMA.
Kepala Divisi Pengasuhan Pesantren Intan Ilmu Batola, Firdaus Alfin Hudaya, mengatakan keputusan memulangkan santri bukanlah hal mudah bagi pihak pesantren. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan dan keselamatan bersama, pihaknya memutuskan menghentikan sementara kegiatan pendidikan secara langsung.
“Dengan berbagai pertimbangan dan kemaslahatan bersama, akhirnya kami memutuskan untuk memulangkan santri,” ujarnya saat ditemui, Selasa.
Menurut Firdaus, titik api di sekitar pesantren terus bermunculan, terutama sejak Sabtu hingga Senin. Bahkan, kebakaran di wilayah perbatasan pesantren dilaporkan belum sepenuhnya padam.
Pihak pesantren memperkirakan para santri baru kembali pada 8 November 2026. Namun, keputusan tersebut masih akan dibahas kembali pada 1 November dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi karhutla.
Sebelumnya, pihak pesantren sempat memulangkan santri pada akhir September selama 10 hari. Mereka kemudian kembali ke pesantren pada 4 Oktober setelah hujan turun beberapa kali di kawasan tersebut.
Namun, kegiatan pendidikan baru kembali berjalan sekitar sepekan, titik api kembali muncul dengan lokasi yang dinilai lebih dekat ke lingkungan pesantren.
Firdaus mengatakan, dengan dipulangkannya santri ini sejumlah kegiatan yang biasanya dilaksanakan secara langsung kini dialihkan ke sistem daring, termasuk halaqah subuh, kegiatan duha, pembelajaran bahasa, hingga latihan pidato atau muhadarah.
Baca juga: Bupati Batola Naikkan Status Tanggap Darurat Karhutla, Upayakan Banpres Susulan
Pihak pesantren selama ini juga turut mengandalkan tim kesehatan untuk memantau kondisi para santri.
Firdaus mengatakan, terdapat santri yang mengalami penurunan saturasi oksigen hingga perlu dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
Selain itu, beberapa santri telah lebih dahulu direkomendasikan untuk dijemput keluarga sebelum keputusan pemulangan seluruh santri ditetapkan.(riz/sul)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.