AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kota Ambon mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tertinggi dibandingkan 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku, di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku mengakui adanya peningkatan kasus ISPA dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Elna Sitourisme Anakotta, mengatakan peningkatan kasus mulai terjadi di masyarakat.
Baca juga: Warga Ambon, Catat!, Malam ini Ada 2 Kapal Berangkat dari Ambon Tujuan Maluku Utara dan Pulau Buru
Baca juga: Prakiraan Cuaca Ambon 14 Oktober 2026: Kabut Asap di Semua Kecamatan, Suhu Capai 30°C
Namun, ia belum merinci jumlah kasus maupun besaran kenaikannya di Kota Ambon dan wilayah Maluku lainnya.
“Memang sudah mulai ada peningkatan kasus ISPA. Kasus ISPAnya Kota Ambon yang tinggi dibandingkan daerah lainnya. Makanya imbauan pakai masker itu sudah dari sebelumnya,” kata Elna saat dikonfirmasi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Senin (12/10/2026) malam.
Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Maluku menginstruksikan seluruh puskesmas dan rumah sakit di kabupaten/kota untuk meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan medis. Fasilitas kesehatan diminta bersiaga selama 24 jam dan memastikan ketersediaan tenaga medis serta logistik penanganan pasien.
Logistik yang disiapkan meliputi oksigen, obat-obatan untuk ISPA, nebulizer atau alat terapi inhalasi, serta tetes mata bagi pasien yang mengalami iritasi akibat paparan asap.
“Untuk tenaga medis, obat-obatan, dan fasilitas kesehatan sudah terpenuhi,” tegas Elna.
Ia juga menyampaikan bahwa penanganan awal ISPA diarahkan untuk diberikan tanpa biaya. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu hingga gejala semakin parah sebelum mencari pertolongan medis.
Warga yang mengalami sesak napas, sesak dada, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diimbau segera mendatangi puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
Selain memperkuat layanan kesehatan, Dinkes Maluku telah menyalurkan masker kepada kabupaten/kota yang membutuhkan sejak pekan sebelumnya. Meski persediaannya terbatas, pemerintah provinsi tetap memberikan bantuan berdasarkan kebutuhan yang diajukan daerah.
Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup, serta dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memantau perkembangan kabut asap dan kualitas udara, termasuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Kabut Asap Dipengaruhi Karhutla di Sejumlah Wilayah
Kabut asap yang menyelimuti Ambon tidak hanya dikaitkan dengan kebakaran di wilayah setempat. Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, sebelumnya menyebut asap yang menyelimuti Kota Ambon turut dipengaruhi kebakaran di Papua serta sebagian wilayah Pulau Buru dan Pulau Seram.
BMKG juga sebelumnya mendeteksi 12 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Maluku pada 3 Oktober 2026.
Pada periode yang sama, asap tipis hingga sedang dilaporkan menyelimuti langit Maluku dengan jarak pandang sekitar 5 hingga 9 kilometer. Bahkan, pada pagi hari, jarak pandang kurang dari 5 kilometer teramati di Kota Ambon, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, dan Buru Selatan.
Karhutla di Maluku sendiri telah berlangsung selama berbulan-bulan di sejumlah wilayah, termasuk Seram Bagian Timur, Buru, Maluku Tengah, dan Kota Ambon. Di beberapa titik, keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman membuat warga harus bergotong royong memadamkan api secara swadaya, termasuk dengan memikul air untuk menjangkau lokasi kebakaran.
Di tengah situasi tersebut, pemerintah provinsi juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama tiga hari. Sementara itu, penerapan kebijakan di kabupaten/kota disesuaikan dengan keputusan pemerintah daerah masing-masing.
Elna menegaskan, perkembangan kasus ISPA akan terus dipantau melalui sistem pemantauan Dinkes untuk mengevaluasi kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Masyarakat pun diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di tengah paparan asap, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.
Warga juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.