TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia meminta masyarakat mengutamakan perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, lansia, dan ibu hamil.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan tidak memiliki kapasitas untuk menghentikan kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pernyataan tersebut disampaikan Menkes seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta sejumlah kepala daerah di Gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/10/2026). 

"Kami melihat dampak kabut asap ini cukup besar, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu-ibu. Dari sisi kesehatan, upaya kita adalah memastikan mereka tetap sehat. Kita tidak bisa menghentikan asapnya. Dengan kondisi alam yang ada saat ini, kita sebagai manusia harus mau beradaptasi," ujar Budi Gunadi Sadikin, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube Tribunnews, Jumat, 16 Oktober 2026.

Menurut Budi, pemerintah melalui sektor kesehatan berfokus pada upaya mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap. Sebab, penanganan dari sisi kesehatan tidak dapat menghentikan asap secara langsung sehingga masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

“Kalau sudah kondisinya seperti itu, kita tahu alamnya sudah seperti ini, kita sebagai manusia harus bersegera beradaptasi dan usahakan stay di rumah,” kata Budi dalam pernyataannya.

Baca juga: Karhutla Tak Kunjung Teratasi, Mahasiswa Desak Pemerintah Berkantor di Kalteng, Ini Reaksi Bakom RI

Menkes Minta Warga Gunakan Masker saat Keluar Rumah

“Kalau ada masker N95 gunakan. Kalau tidak ada, gunakan masker yang ada. Tapi selalu gunakan masker kalau terpaksa harus keluar rumah,” ujarnya.

Lindungi Kulit dan Segera Bersihkan Diri

“Jadi untuk kena kulit usahakan pakai baju yang nutup gitu ya, baju-baju panjang seperti ini ya. Jangan pakai bajunya singlet atau baju kaos karena nanti debu-debu itu akan nempel ke kulit,” kata Budi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat selama kondisi kabut asap masih berdampak terhadap lingkungan.

Kelompok Rentan Diminta Tetap di Rumah

Budi secara khusus meminta kelompok rentan menghindari aktivitas di luar rumah selama kondisi kabut asap berlangsung. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, balita, lansia, dan ibu hamil yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Ia menyarankan agar aktivitas di luar rumah, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dilakukan oleh anggota keluarga yang tidak termasuk kelompok rentan apabila memungkinkan.

“Pesan saya adalah terutama untuk kelompok rentan jangan keluar rumah, ya, jangan keluar rumah,” ujarnya.

Budi menekankan, pembatasan aktivitas di luar rumah merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat sembari menyesuaikan diri dengan kondisi kualitas udara.

KARHUTLA - Karhutla sempat mendekati Kampus Uniska di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, Rabu (7/10/2026)
KARHUTLA - Karhutla sempat mendekati Kampus Uniska di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, Rabu (7/10/2026) (Tribun Trends/Kampus Uniska)

Batuk dan Iritasi Jadi Tanda untuk Memeriksakan Diri

Menkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul setelah terpapar kabut asap.

Gejala yang perlu diperhatikan antara lain iritasi mata, batuk, serta kulit yang mengalami iritasi atau gatal-gatal. Jika mengalami keluhan tersebut, masyarakat diminta segera mendatangi Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

“Jadi mata kita iritasi, paru-paru kita batuk. Jangan tunggu sampai batuk darah. Ini batuk itu ada prosesnya,” kata Budi.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu menunggu hingga gejala menjadi berat untuk mencari pertolongan medis.

Menurut Budi, fasilitas Puskesmas telah disiapkan dengan persediaan obat-obatan untuk menangani penyakit maupun gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap.

“Seluruh Puskesmas sudah kita siapkan dengan cukup obat-obatan untuk bisa menangani penyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh asap,” ujarnya.

Masyarakat Diminta Ikuti Langkah Pencegahan

Budi berharap masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan tersebut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap karhutla. Ia kembali menekankan pentingnya mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dan kacamata ketika harus keluar, mengenakan pakaian tertutup, serta segera membersihkan diri setelah kembali ke rumah.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama mereka yang termasuk kelompok rentan. Apabila muncul keluhan setelah terpapar asap, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan sebaiknya segera dilakukan.

Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengurangi dampak paparan kabut asap terhadap kesehatan selama kondisi lingkungan belum membaik.

(TribunTrends)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.