TRIBUNMANADO.COM, Manado - Setelah sempat melambung hingga Rp30 ribu per botol saat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), harga pertalite eceran di Manado dan Tomohon kini berangsur normal. 

Namun, di tengah pulihnya pasokan, praktik penjualan BBM dengan harga tinggi menjadi perhatian aparat kepolisian.

Polres Minahasa bahkan melakukan penindakan terhadap tiga orang yang diduga menjual Pertalite dengan harga jauh di atas harga eceran yang berlaku. 

Ketiganya menawarkan BBM melalui media sosial Facebook dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per botol.

Kembali normal

Pantauan Tribun Manado, Rabu (21/10/2026), harga pertalite eceran di sejumlah kios di Kota Manado mulai kembali ke kisaran Rp12 ribu per botol. 

Sementara itu, kemasan 1,5 liter dijual seharga Rp18 ribu per botol.

Pertalite juga kembali tersedia di berbagai kios pengecer. 

Kondisi ini berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, ketika pasokan sulit diperoleh dan harga eceran melonjak hingga Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per botol.

Maikel, salah seorang penjual pertalite eceran di wilayah Kairagi, mengatakan pasokan BBM mulai normal sejak Minggu.

“Pasokan normal, saya jual lagi harga normal,” katanya.

Ia mengaku tidak berjualan pertalite ketika kelangkaan terjadi beberapa hari lalu karena kehabisan stok. 

Pada saat itu, sejumlah pengecer lain justru menjual BBM dengan harga tinggi.

Kembalinya pasokan disambut positif warga. 

Abdul, seorang warga Manado, mengaku lega karena harga Pertalite eceran mulai turun setelah sempat melonjak tajam. 

Ia masih mengingat mahalnya harga BBM ketika kelangkaan terjadi. 

Menurut dia, harga yang ditawarkan sejumlah penjual saat itu terbilang sangat tinggi.

“Waktu itu saya dapat dari teman, ia menjual Rp24 ribu per botol, ada bahkan teman saya yang sampai Rp30 ribu per botol. Mahal memang, tapi daripada antre berjam-jam,” kata Abdul.

Menurutnya, membeli BBM eceran masih menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat karena kios mudah ditemukan dan pembeli tidak perlu menghabiskan waktu dalam antrean panjang di SPBU.

Tomohon

Situasi serupa terlihat di Kota Tomohon, sekitar 25 kilometer dari Manado. 

Pantauan di kawasan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, Rabu (21/10/2026), menunjukkan hampir semua kios dan warung di sepanjang jalan utama kembali menjual pertalite.

BBM tersedia dalam berbagai kemasan, mulai dari botol satu liter, botol plastik 1,5 liter, hingga jeriken berkapasitas lima liter.

Harga yang ditawarkan pun kembali ke kisaran Rp12 ribu per botol, Rp18 ribu ukuran botol 1,5 liter, dan Rp 60 ribu untuk satu jeriken lima liter.

Efraim, salah seorang pengecer di Tomohon, mengatakan kondisi pasokan mulai membaik dalam dua hingga tiga hari terakhir.

“Stok sudah normal, jadi kami pengecer juga jadi banyak stok,” ungkapnya.

Ia mengakui, ketika pertalite sulit diperoleh, dirinya harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan pasokan. 

Pada masa itu, harga jualnya sempat mencapai Rp25 ribu per botol.

“Saya naikkan harga, tapi tetap dibeli,” katanya sambil tertawa.

Rp35 ribu

Di tengah kondisi tersebut, Polres Minahasa mengambil langkah penegakan hukum terhadap dugaan penjualan pertalite dengan harga tinggi melalui media sosial. 

Unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Minahasa menindak tiga orang yang diduga menawarkan Pertalite melalui Facebook dengan harga Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per botol.

Ketiganya masing-masing berinisial FW (20), warga Desa Tompaso Barat, Kecamatan Tompaso; AR (27), warga Kelurahan Uner, Kecamatan Kawangkoan; serta FM (29), warga Kelurahan Koya, Kecamatan Tondano Selatan.

Penindakan dilakukan sejak Minggu malam (18/10/2026) hingga Senin pagi (19/10/2026), menyusul informasi dan unggahan di Facebook yang memperlihatkan penawaran pertalite dengan harga tinggi. 

Sejumlah penjual diduga menggunakan akun anonim untuk menawarkan BBM tersebut.

Dipimpin Kanit III Tipidter Aiptu Ryan Worek, petugas melakukan penanganan terhadap ketiga orang yang diduga terlibat dalam penjualan BBM tersebut. 

Polisi juga menyita barang bukti berupa pertalite dengan total volume 185 liter.

Selanjutnya, penyidik mendalami asal-usul BBM, cara memperoleh pasokan, tujuan penjualan, serta keterangan ketiga orang yang bersangkutan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan legalitas kegiatan penjualan dan menentukan apakah terdapat unsur tindak pidana.

Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi BBM, terutama ketika terjadi kelangkaan pertalite.

“Khususnya saat terjadi kondisi kelangkaan BBM jenis pertalite di wilayah Kabupaten Minahasa, guna melindungi kepentingan masyarakat serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya. (art/pet/amg)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.