SRIPOKU.COM, PALEMBANG– Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), telah mencapai 142.458 kasus sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Tingginya jumlah kasus tersebut menjadi perhatian di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Palembang dan sejumlah daerah di Sumsel.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, September menjadi bulan dengan jumlah kasus ISPA tertinggi sepanjang tahun ini, yakni mencapai 17.343 kasus.
Sementara itu, selama periode 1–19 Oktober 2026, jumlah kasus ISPA telah menembus 10 ribu kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Putri Damayanti, mengatakan jumlah kasus harian sempat mencapai 875 kasus pada 5–6 Oktober lalu.
Adapun kasus harian tertinggi sepanjang tahun ini tercatat pada 24 Agustus, dengan jumlah mencapai 970 kasus.
Meski demikian, jumlah kasus harian mulai menunjukkan penurunan. Pada 21 Oktober 2026, Dinkes Palembang mencatat sebanyak 667 kasus ISPA.
"Pada 21 Oktober lalu kasus ISPA mencapai 667 kasus, artinya memang ada penurunan kasus sejak 5 Oktober lalu," kata Putri, Kamis (22/10/2026).
Putri mengatakan, Dinkes Palembang mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Nomor 28 Tahun 2026 tentang kesiapsiagaan dan antisipasi menghadapi musim kemarau untuk mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap.
Warga diminta menghindari kegiatan di luar ruangan yang tidak diperlukan, menggunakan masker saat harus keluar rumah, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah.
Masyarakat juga diimbau tidak merokok maupun membakar sampah, lahan, dan kebun.
Selain itu, warga perlu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), mencukupi kebutuhan air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.
"Yakni menghindari kegiatan outdoor, memakai masker, menutup pintu dan jendela, tidak merokok dan membakar sampah, lahan, kebun, melakukan PHBS, minum air putih, makan bergizi, serta segera ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gangguan kesehatan," ujar Putri.
Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul selama kabut asap masih terjadi.
Warga yang mengalami keluhan kesehatan diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.