TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Cabang olahraga (cabor) panjat tebing terancam tidak dapat dipertandingkan di Kabupaten Bone pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026.

Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bone, Aswardi, berharap pertandingan panjat tebing tetap dapat digelar di Bone, tepatnya di venue Kompleks Stadion Lapatau jalan Reformasi, Kecamatan Tanete Riattang Barat. 

Namun, venue tersebut masih membutuhkan pembenahan agar memenuhi kebutuhan pelaksanaan pertandingan pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Aswardi menilai, jika pertandingan harus dipindahkan ke luar Kabupaten Bone, mobilisasi atlet akan menjadi lebih sulit. 

Selain itu, pemindahan lokasi berpotensi menambah biaya yang harus dikeluarkan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera memberikan kepastian anggaran agar pembenahan venue dapat dilakukan sebelum Porprov dimulai.

Menurut Aswardi, terdapat tiga nomor yang dipertandingkan dalam cabor panjat tebing, yakni lead atau kesulitan, boulder atau jalur pendek, serta speed atau kecepatan.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) FPTI Sulawesi Selatan dan technical delegate (TD) panjat tebing untuk mencari solusi agar ketiga nomor tersebut tetap dapat dipertandingkan.

"Kami sudah meminta petunjuk dari Pengprov FPTI Sulsel dan TD panjat tebing agar tetap mempertandingkan tiga kelas, yaitu lead, boulder, dan speed," ujar Aswardi saat dikonfirmasi, Sabtu (24/10/2026). 

Ia menjelaskan, salah satu solusi yang diusulkan adalah mengganti material panel pada venue speed dan boulder dengan papan multiflex yang dinilai lebih ekonomis dan dapat dipasang dalam waktu relatif singkat.

Menurutnya, rangka atau stand frame yang dibutuhkan sudah tersedia sehingga pekerjaan dapat segera dilakukan tanpa harus membangun struktur dari awal.

Dengan opsi tersebut, kebutuhan anggaran untuk pembenahan venue diharapkan dapat ditekan tanpa mengabaikan persyaratan teknis pertandingan.

Aswardi mengungkapkan, usulan itu telah disampaikan saat tim delegasi bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan dan Kadispora Bone mengunjungi venue panjat tebing di Kompleks Stadion Lapatau.

"Bersama TD panjat tebing dan Pengprov FPTI Sulsel, kami sudah menyampaikan hal ini saat Dispora Sulsel dan Kadispora Bone berkunjung ke venue. Persyaratan yang diminta juga sudah kami penuhi dengan menyampaikan surat resmi dari KONI Bone," jelasnya.

Ia berharap kepastian anggaran dan tindak lanjut pembenahan venue dapat diperoleh paling lambat pekan ini agar pekerjaan teknis di lapangan segera direalisasikan.

Porprov XVIII Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026, dengan Kabupaten Bone dan Wajo sebagai tuan rumah.

Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Aswardi berharap koordinasi antara pemerintah daerah, KONI, Dispora, dan pengurus cabang olahraga dapat segera menghasilkan keputusan.

Ia menegaskan, pihaknya masih berharap pertandingan panjat tebing tetap digelar di Kabupaten Bone agar mobilisasi atlet lebih mudah dan biaya pelaksanaan dapat ditekan.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.