TRIBUN-MEDAN.com - Jadwal Liga Spanyol 2026/2027 akhir pekan ini menyajikan duel El Clasico antara Barceloan vs Real Madrid pada pekan ke-10.
Barcelona menjamu Real Madrid di Spotify Camp Nou, Barcelona, pada Minggu (25/10/2026) waktu setempat atau Senin (26/10/2026) pukul 03.00 WIB.
Pertandingan El Clasico nanti akan menjadi pertemuan pertama kedua tim pada musim 2026-2027.
Barcelona berambisi mempertahankan performa positif di liga, sedangkan Real Madrid berupaya meraih hasil maksimal untuk memperbaiki posisinya dalam persaingan klasemen.
Baca juga: PSMS Medan Vs PSIS Semarang - Wajib Menang, Posisi PSMS Rawan Tergusur dari 3 Besar Klasemen
Rodri menilai performa Real Madrid tidak bisa dijadikan patokan untuk mengukur tingkat kesulitan pertandingan.
Gelandang berusia 30 tahun itu mengingatkan bahwa rival Barcelona tersebut tetap memiliki kualitas untuk memberikan ancaman.
Rodri Sebut Real Madrid Selalu Berbahaya
Rodri, yang kembali ke LaLiga pada musim panas 2026 setelah tujuh tahun bersama Manchester City, akan menjalani El Clasico pertamanya bersama Barcelona.
Menurut Rodri, Real Madrid memiliki kemampuan untuk membuat lawan meremehkan kekuatan mereka. Karena itu, Barcelona harus tampil maksimal jika ingin memenangi pertandingan.
Baca juga: Detik-detik Pengemudi BYD Tabrak Pengendara Lain di Blok M Jaksel, Seorang Ojek Online Patah Kaki
“Saya sudah bermain dalam banyak pertandingan babak gugur melawan mereka (Real Madrid) dan menyadari bahwa salah satu kekuatan besar mereka adalah membuat lawan berpikir bahwa mereka tidak sehebat itu,” ujar Rodri, seperti dikutip ESPN.
“Mereka tidak bisa menipu kami, atau setidaknya mereka tidak bisa menipu saya. Real Madrid selalu menjadi lawan tangguh, apa pun performa mereka,” lanjutnya.
Rodri juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan ketika menghadapi pertandingan besar.
Menurut dia, emosi yang tinggi dapat memengaruhi konsentrasi pemain dan membuat detail kecil menentukan hasil akhir.
“Ini adalah pertandingan yang emosinya memuncak dan Anda harus berusaha mengesampingkan emosi tersebut. Anda harus setenang mungkin dan tetap fokus 100 persen karena ini adalah pertandingan di mana hasilnya ditentukan oleh detail terkecil,” kata Rodri.
Baca juga: PSMS vs PSIS Semarang, Pelatih Eko Purdjianto Waspadai Striker Laskar Mahesa Jenar Felipe Cadenazzi
Barcelona Berusaha Bangkit Usai Dikalahkan PSG
Barcelona memasuki El Clasico setelah menelan kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain pada Rabu (21/10/2026). Hasil tersebut mengakhiri rentetan 11 kemenangan beruntun Barcelona di semua kompetisi.
Meski demikian, Rodri menilai Barcelona tidak perlu menetapkan target hasil secara spesifik terlalu dini.
Menurut dia, tim harus menjalani proses peningkatan performa secara bertahap untuk mendekati level yang dibutuhkan dalam persaingan memperebutkan gelar.
“Saya rasa tidak bijaksana untuk menetapkan target hasil spesifik, karena sepak bola dapat membawa Anda ke satu jalan atau jalan lainnya,” kata Rodri.
Ia menilai Barcelona menunjukkan perkembangan dibandingkan musim sebelumnya, baik sebagai klub maupun sebagai tim.
Hal itu tercermin dari perekrutan pemain baru dan upaya klub untuk terus meningkatkan kualitas permainan.
“Jelas bahwa persepsi yang ada adalah bahwa klub, baik sebagai sebuah institusi maupun sebagai sebuah tim, lebih baik daripada tahun lalu,” ujar Rodri.
"Itulah mengapa pemain-pemain baru didatangkan. Kenapa mereka mengadopsi filosofi menaiki tangga kesuksesan selangkah demi selangkah."
Rodri menegaskan bahwa peningkatan performa secara bertahap menjadi bagian penting dalam upaya Barcelona bersaing meraih trofi besar.
Karena itu, ia menilai timnya tidak perlu terburu-buru memasang target gelar tertentu.
“Saya percaya bahwa selama proses pendakian itulah Anda secara bertahap mencapai level yang membawa Anda lebih dekat untuk memenangkan gelar-gelar besar. Itulah mengapa kami tidak menetapkan target seperti memenangkan LaLiga atau Liga Champions,” tuturnya.
Barcelona telah memenangkan dua pertandingan kandang terakhir melawan Madrid di ajang Liga Spanyol.
Barca mencatatkan kemenangan 2-0 pada Mei 2025 yang memastikan gelar juara musim 2025-26, serta kemenangan dramatis 4-3 setahun sebelumnya.
Sepanjang abad ke-21, Barca hanya pernah sekali mencatatkan tiga kemenangan kandang berturut-turut atas Madrid di kompetisi ini, yakni saat ditangani oleh Pep Guardiola antara 2008 dan 2010.
(tribun-medan.com)
Sumber: kompas.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.