TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen.
Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani melaporkan investasi yang terealisasi selama dua tahun terakhir mencapai Rp 3.923,2 triliun.
Baca juga: Pidato Prabowo di Rakornas TPAKD: Lebih Baik Saya Tidak Jadi Presiden jika Rakyat Miskin Terus
Airlangga mengatakan, pertumbuhan ekonomi 5,45 persen ditopang oleh kinerja investasi dan sektor produktif yang terus diperkuat.
Airlangga bahkan mengeklaim pertumbuhan ekonomi ini menjadikan Indonesia yang tertinggi dibandingkan negara G20 lain.
“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen. Dan kita di sini tertinggi di G20, Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Airlangga dalam sesi tertutup Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
“Dari segi manufaktur optimistis, PMI (Purchasing Managers’ Index) naik lagi di 52,4, yaitu di atas 50. Kemudian surplus dagang kita juga positif 7,25, dari segi konsumen positif 118,1, pengangguran sejak 94 ini pengangguran terendah Pak Presiden, 4,65 persen, dan rasio gini juga terus membaik 0,368,” sambungnya.
Kemudian, Airlangga menyebut pemerintah juga terus menjaga disiplin fiskal dan stabilitas sistem keuangan untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.
Airlangga melaporkan bahwa defisit APBN tercatat sebesar 1,24 persen, dan masih sesuai dengan arah yang direncanakan.
Dari sisi moneter, Airlangga mengapresiasi keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen.
Sementara itu, imbal hasil surat berharga negara tenor 10 tahun tercatat sebesar 7,21 persen.
“Yield daripada surat berharga untuk 10 tahun di 7,21 persen, cadangan devisa masih cukup membiayai 6,5 bulan import, yaitu 146,3 bilion, kredit bank tumbuh double digit, 13,65 persen, dana dari masyarakat 10,94, modal perbankan juga solid, Pak Presiden, 24,10, dan kredit macet 2,11 persen, relatif kecil,” papar dia.
Selanjutnya, pada sektor perumahan, pemerintah merencanakan kelanjutan fasilitas PPN ditanggung pemerintah.
Airlangga menyebut, pemerintah turut menyiapkan relaksasi iuran untuk program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Jaminan Kematian, serta penguatan manfaat jaminan ketenagakerjaan dan dukungan terhadap KPR bersubsidi.
Sedangkan di sektor industri perhiasan, pemerintah juga membahas penyesuaian standar kadar emas dari 99,99 persen menjadi 99,9 persen sesuai standar industri yang disampaikan dalam laporan.
“Kemudian PPN ditanggung pemerintah juga dilanjutkan untuk rumah di atas Rp 2 miliar dan maksimum Rp 5 miliar, relaksasi iuran dari jaminan kehilangan kerja dan jaminan kematian, kemudian tambahan manfaat jaminan kerja dan KPR bersubsidi dan MBT, plus untuk sektor perhiasan, perubahan daripada standar yang sementara ini bebas emas 99,99 persen, ini sebetulnya standar industrinya seharusnya 99,9 persen,” imbuh Airlangga.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyampaikan, investasi yang terealisasi adalah sebesar Rp 3.923,2 triliun.
Angka investasi yang masuk itu terhitung sejak Oktober 2024 hingga September 2026.
“Mulai bulan Oktober 2024 sampai dengan September 2026, total investasi yang sudah masuk sebesar hampir Rp 4.000 triliun Bapak Presiden, atau Rp 3.923,2 triliun,” ujar Rosan.
Rosan menjelaskan, dari sisi penyerapan tenaga kerja, realisasi investasi selama periode tersebut telah menyerap 5.485.944 orang.
Lalu, investasi di luar Jawa mencapai 51,8 persen, sedangkan investasi di Jawa tercatat 48,2 persen.
“Penyerapan tenaga kerjanya mencapai 5.485.944 orang. Dan kontribusi Jawa-luar Jawanya memang luar Jawa adalah 51,8 persen atau Rp2.031 triliun dan Jawa 48,2 persen atau Rp1.892,2 triliun,” tuturnya.
Rosan menuturkan bahwa berdasarkan asal modal, investasi dalam negeri mencapai Rp 1.998,7 triliun, sedangkan penanaman modal asing mencapai Rp 1.924,5 triliun.
“Investasi dalam negerinya 50,9 persen atau Rp 1.998,7 triliun dan penanaman modal asing adalah Rp 1.924,5 triliun. Jadi ini adalah selama dua tahun persis Bapak Presiden, dari dua tahun Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden,” kata Rosan.
Selain realisasi investasi, Rosan melaporkan sebanyak 364 perusahaan BUMN telah menjalani proses streamlining, dengan target mencapai 700 perusahaan pada akhir Desember 2026.
Lebih jauh, Rosan menyampaikan bahwa profitabilitas perusahaan diproyeksikan mencapai Rp 334 triliun pada akhir tahun ini.
“Dari segi pertumbuhan profitabilitas juga meningkat cukup signifikan Bapak, sehingga pada target mungkin di akhir tahun ini bisa mencapai Rp 334 triliun,” imbuh Rosan. (*/tribunmedan.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.