Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS COM, BLANGPIDIE - Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) telah menyerap 7.939 ton gabah petani sepanjang Januari hingga Oktober 2026.
Pembelian gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yaitu Rp6.500 per kilogram (kg).
Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Blangpidie, Nurul Iranda Sari, mengatakan penyerapan gabah petani akan terus dilakukan.
“Kami terus menyerap gabah petani sesuai ketetapan HPP. Sampai Oktober ini, total serapan gabah petani oleh Bulog mencapai 7.939 ton,” kata Nurul, Sabtu (24/10/2026).
Nurul menyebutkan, dari 7.939 ton serapan gabah petani sejak Januari - Oktober 2026, jika di pukul rata, maka sekitar 794 ton gabah petani di serab oleh Bulog Blangpidie setiap bulannya.
"Angka ini menunjukkan Bulog hadir sepanjang tahun, bukan hanya saat panen raya," ucapnya.
Baca juga: Harga Gabah Kembali Bersinar, Bulog Imbau Petani Abdya Laporkan jika Dibeli di Bawah HPP
Ia mengatakan, HPP Rp6.500 per kilogram menjadi patokan dalam setiap pembelian gabah.
Pemerintah menetapkan harga dasar itu agar petani mendapatkan kepastian harga, terutama ketika harga gabah di pasar tertekan akibat melimpahnya pasokan.
"Pembelian langsung oleh Bulog juga mengurangi ketergantungan petani pada pembeli yang menawar harga di bawah HPP," terangnya.
Menurut Nurul, kepastian harga menjadi salah satu alasan petani menjual gabah ke Bulog.
“Kami ingin petani tenang menjual hasil panennya karena harganya jelas, yakni sesuai HPP,” ujarnya.
Selain menjaga harga di tingkat petani, Bulog Blangpidie juga mengimbau petani untuk memperhatikan kualitas gabah sejak proses panen hingga pascapanen.
Menurutnya, kualitas gabah, kebersihan, dan panen ketika sudah cukup umur menjadi faktor penting dalam menghasilkan beras berkualitas bagus.
“Selama gabah sesuai ketentuan, sudah memasuki usia panen yang cukup, Bulog akan terus menyerapnya," kata Nurul.
Ia menjelaskan, penyerapan gabah merupakan bagian dari tugas Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Melalui pembelian langsung dari petani, Bulog berupaya menjaga harga di tingkat produsen sekaligus mengamankan pasokan pangan.
Baca juga: Jenazah yang Ditemukan Nelayan Abdya di Perairan Simeulue Dibawa Pulang ke Sumut
Gabah yang terserap selanjutnya mendukung ketersediaan cadangan beras pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar.
"Bulog Blangpidie memastikan penyerapan gabah akan terus berlanjut sesuai ketentuan yang berlaku," ucapnya.
Ia mengajak petani Abdya tidak ragu menjual gabah ke Bulog.
“Kami juga berharap petani terus menjaga kualitas gabah, karena gabah yang berkualitas merupakan salah satu kunci untuk menghasilkan beras yang baik bagi masyarakat,” ujarnya. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.