TRIBUNNEWS.COM - Paparan sinar matahari berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. 

Dampaknya tidak hanya berupa flek hitam dan penuaan dini, tetapi juga meningkatkan risiko kanker kulit. 

Karena itu, masyarakat perlu mengenali perubahan pada kulit dan mengetahui kapan harus memeriksakan diri ke dokter.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Putri Oktriana dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Solo, menjelaskan sejumlah tanda kerusakan kulit yang perlu diwaspadai. 

Penjelasan tersebut disampaikan dalam video YouTube Tribun Health berjudul "Kapan Kulit Harus Diperiksakan ke Dokter? Kenali Tanda Bahaya Radiasi Matahari!" yang tayang pada 23 Oktober 2026. 

Video tersebut dipandu oleh jurnalis Tribunnews, Melia Istighfaroh.

Menurut Putri, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan pada tahi lalat atau bercak kehitaman di kulit. 

Perubahan tersebut perlu diperiksa, terutama jika bentuk, warna, ukuran, atau teksturnya terlihat tidak biasa.

Kenali Perubahan Tahi Lalat yang Mencurigakan

Putri menjelaskan bahwa tahi lalat atau bercak hitam yang tampak tidak normal sebaiknya tidak diabaikan. 

Beberapa cirinya adalah bentuk tidak simetris, tepi tidak beraturan, serta warna yang tidak merata.

Baca juga: Warga Kalimantan Tengah Perlu Waktu 12 Jam untuk ke Dokter Mata, Perlu Pemerataan Tenaga Medis

"Misalkan ada tahi lalat atau ada tanda kehitaman yang kok gambarannya enggak normal, bentuknya asimetris misalnya, tepinya juga tidak beraturan, kemudian juga warnanya tidak sama," jelas Putri.

Selain itu, masyarakat perlu memperhatikan perubahan ukuran dan tekstur bercak. 

Rasa nyeri, luka yang mudah terjadi, atau perdarahan juga menjadi tanda yang perlu diperiksa.

Putri menyarankan agar perubahan tersebut segera dikonsultasikan kepada dokter. 

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan apakah perubahan tersebut berhubungan dengan kondisi kulit yang serius.

Tanda-tanda tersebut sejalan dengan metode ABCDE yang digunakan untuk membantu mengenali ciri mencurigakan pada melanoma, salah satu jenis kanker kulit. 

Metode ini mencakup Asymmetry (bentuk asimetris), Border (tepi tidak beraturan), Color (warna tidak merata), Diameter (ukuran), dan Evolving (perubahan bentuk, ukuran, atau karakteristik).

Namun, tidak semua bercak yang memiliki ciri tersebut merupakan kanker. 

Sebaliknya, perubahan yang mencurigakan tetap perlu diperiksa meskipun ukurannya kecil.

Flek Hitam dan Penuaan Dini Akibat Sinar UV

Paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kerusakan kulit yang terlihat melalui munculnya flek hitam atau sunspot. 

Kondisi tersebut dapat membuat warna kulit tidak merata.

Putri menjelaskan bahwa tanda penuaan dini juga bisa terlihat pada orang yang masih berusia 20-an. 

Kulit dapat tampak lebih tua daripada usia sebenarnya, terutama jika seseorang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai.

"Kalau usianya masih 20-an, tapi kok tampaknya lebih dari usianya, itu bisa jadi merupakan suatu faktor aging," ujar Putri.

Ia menambahkan bahwa kebiasaan seseorang beraktivitas di luar ruangan perlu diperhatikan ketika mengevaluasi dampak paparan matahari terhadap kulit.

Flek dan penuaan dini memang dapat menjadi tanda kerusakan akibat sinar matahari. 

Meski demikian, keduanya tidak otomatis menunjukkan adanya kanker kulit.

Kulit Panas dan Melepuh Perlu Diperiksa

Tanda lain yang perlu diperhatikan adalah kulit terbakar matahari atau sunburn. 

Kondisi ini dapat ditandai dengan kulit terasa panas, perih saat disentuh, kemerahan, hingga muncul lepuhan.

Putri menyarankan agar kondisi tersebut segera diperiksakan, terutama jika gejalanya berat atau muncul lepuhan.

"Kalau sudah ada tanda-tanda seperti yang tadi, kena panas dipegang kulitnya panas, perih atau bahkan ada lepuhan, itu sebaiknya langsung diperiksakan saja," katanya.

Sunburn dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan kulit. 

Tingkat keparahannya bergantung pada intensitas paparan UV dan kondisi kulit. 

Jika disertai lepuhan luas, nyeri berat, demam, atau tanda dehidrasi, seseorang perlu segera mendapatkan pertolongan medis.

Cara Melindungi Kulit dari Paparan Matahari

Untuk mengurangi risiko kerusakan kulit, Putri menyarankan penggunaan sunscreen setiap hari serta perlindungan fisik, seperti kacamata hitam, topi, jaket, dan masker sesuai kebutuhan.

Penggunaan sunscreen perlu disesuaikan dengan aktivitas. 

Produk dengan perlindungan spektrum luas (broad spectrum) dan SPF minimal 30 dapat membantu melindungi kulit dari radiasi UVA dan UVB. 

Sunscreen juga perlu dioleskan kembali secara berkala, terutama setelah berkeringat, berenang, atau mengeringkan kulit dengan handuk.

Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah dan sayuran, juga dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. 

Namun, asupan antioksidan tidak menggantikan fungsi sunscreen maupun perlindungan fisik dari sinar matahari.

Dengan mengenali perubahan tahi lalat, mewaspadai tanda sunburn, dan melindungi kulit secara rutin, masyarakat dapat mengambil langkah lebih awal untuk menjaga kesehatan kulit. 

Jika muncul perubahan yang mencurigakan, jangan menunda pemeriksaan hanya karena takut berkonsultasi dengan dokter.

(Tribunnews.com/Widya)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.