WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Matanya sembab dan berkaca-kaca.
Wajah Rohayah (53) tampak lesu ketika duduk menunggu di lorong ruang intensive care unit (ICU) RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (25/10/2026).
Di sampingnya, beberapa makanan pemberian warga masih tergeletak. Namun, makanan itu seolah tak mampu menggugah selera perempuan asal Kampung Ciakar, Desa Siketug, Kecamatan Ciomas, Serang, Banten, tersebut.
Pikiran Rohayah hanya tertuju kepada kondisi suaminya, Hasan Syukur (56), yang masih menjalani perawatan intensif di dalam ruang ICU.
Sesekali Rohayah tampak menunggu dengan gelisah.
Perutnya bahkan beberapa kali berbunyi menahan lapar.
Tetapi rasa lapar itu kalah oleh kekhawatirannya.
Nafsu makan seakan hilang ketika orang yang selama ini menjadi suaminya tengah terbaring lemah di rumah sakit.
Hasan merupakan pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan beruntun mobil listrik BYD di Jalan Panglima Polim, Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026) sore.
Akibat kecelakaan tersebut, Hasan mengalami patah tulang kaki kiri dan keretakan tulang di sejumlah bagian tubuh. Kondisinya masih lemas dan belum dapat berbicara. Ia hanya mampu merespons dengan gerakan dan menulis.
Rohayah sendiri tidak berada di sisi Hasan ketika kecelakaan itu terjadi. Ia tinggal di Serang, sedangkan Hasan selama bekerja sebagai pengemudi ojol tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat.
Baca juga: Ade Supriyatna Berharap HIPPI Depok Perkuat UMKM dan Daya Saing Usaha Lokal
Kabar buruk itu datang ketika Rohayah sedang berada di rumah selepas salat Magrib. Saat itu ia tengah mengajari anaknya mengaji.
Belum selesai mengajari mengaji, tiba-tiba anaknya berteriak dan menangis histeris.
Awalnya Rohayah tidak percaya.
Ia bahkan sempat mengira anaknya hanya bercanda.
Namun, tangisan sang anak membuat suasana rumah berubah.
Perlahan Rohayah menyadari bahwa ada sesuatu yang serius terjadi pada Hasan.
Rasa takut pun muncul.
Alih-alih langsung berangkat malam itu, Rohayah memilih menenangkan diri.
Jarak Serang menuju Jakarta membuatnya tidak berani bepergian sendirian pada malam hari.
Keesokan harinya, Sabtu (24/10/2026), Rohayah berangkat sejak pukul 04.00 pagi. Ia menuju terminal di Serang dan harus menunggu bus yang baru datang sekitar pukul 08.00.
Perjalanan belum selesai. Dari Kalideres, Jakarta Barat, Rohayah kemudian dijemput teman Hasan yang membawanya menuju RS Fatmawati.
Perjalanan panjang itu akhirnya membawa Rohayah sampai ke rumah sakit tempat suaminya dirawat.
Minggu siang, Rohayah masih bertahan di lorong ICU.
Mengenakan jaket abu-abu dan hijab hijau, ia menunggu kesempatan untuk kembali melihat kondisi Hasan.
Di tengah penantian itu, tidak banyak yang dipikirkan Rohayah selain kesembuhan suaminya.
Baginya, ada satu hal yang jauh lebih penting.
Ia hanya ingin Hasan kembali sehat.
"Ibu sangat berharap bapak itu sehat kembali," ujar Rohayah saat ditemui Wartakotalive.com di RS Fatmawati, Minggu (25/10/2026).
Harapan itu terdengar sederhana, tetapi menjadi satu-satunya pegangan Rohayah di tengah kecemasan yang belum berakhir.
Selama Hasan dirawat, Rohayah memilih menunggu di rumah sakit. Makanan yang diberikan warga pun belum banyak disentuh.
Tubuhnya mungkin membutuhkan makanan, tetapi pikirannya masih tertahan di balik pintu ICU.
Di lorong rumah sakit itu, Rohayah menunggu kabar tentang suaminya dengan sabar dan gelisah.
Seolah setiap perkembangan kecil tentang kondisi Hasan menjadi sesuatu yang sangat berarti baginya.
Hasan sendiri telah menjadi pengemudi ojol sejak 2016.
Pekerjaan tersebut membuatnya lebih banyak menghabiskan waktu di Jakarta, sementara Rohayah tetap tinggal di Serang.
Keduanya pun tidak setiap waktu bisa bertemu.
Hasan biasanya pulang ke Serang sebulan sekali, bahkan terkadang baru pulang setelah dua bulan.
Kini, jarak antara Serang dan Jakarta terasa jauh berbeda bagi Rohayah.
Bukan lagi sekadar jarak tempat tinggal dan tempat bekerja, melainkan jarak yang membuatnya harus menunggu dalam kecemasan di lorong rumah sakit.
Dan sampai Hasan benar-benar kembali pulih, Rohayah tampaknya masih akan terus menunggu. (m27)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.