TRIBUNPRIANGAN.COM - Terjadi 3 kali gempa bumi di Jawa Barat mengguncang Pangandaran dan Bandung dengan Magnitudo 2,0 hingga 2,7 pada Minggu (25/10/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terkini di Jawa Barat yang mengguncang Pangandaran terjadi pada pukul 14.19 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7.
Pusat gempa ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 85 Km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Namun jika dilihat pada peta titik pusat gempa yang ditunjukkan BMKG terlihat seperti berada di Selatan Kabupaten Tasikmalaya.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 20 Km.
Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Info Gempa Mag:2.7, 25-Oct-2026 14:19:01 WIB, Lok: 8.14 LS - 107.86 BT, 85 km Barat Daya KAB-PANGANDARAN-JABAR, Kedlmn: 20 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Minggu (25/10/2026) jelang sore.
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat yang mengguncang Bandung terjadi pada pukul 05.18 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,0.
Pusat gempa ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di darat, 30 Km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 147 Km, merupakan gempa dalam.
Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Info Gempa Mag:2.0, 25-Oct-2026 05:18:25 WIB, Lok: 7.29 LS - 107.55 BT, 30 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 147 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Minggu (25/10/2026) pagi.
Sebelumnya lagi, BMKG melaporkan gempa terkini di Jawa Barat yang mengguncang Bandung terjadi pada pukul 02.56 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,7.
Pusat gempa ditunjukkan BMKG di peta informasinya berada di laut, 87 Km Selatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Titik pusat gempa berada pada kedalaman 33 Km, merupakan gempa yang cukup dalam.
Dalam laporannya, BMKG juga menyatakan disclaimer bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
"Info Gempa Mag:2.7, 25-Oct-2026 02:56:26 WIB, Lok: 7.77 LS - 107.29 BT, 87 km Selatan KAB-BANDUNG-JABAR, Kedlmn: 33 km ::BMKG Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG di akun X @bmkgwilayah2, Minggu (25/10/2026) dini hari.
Baca juga: Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Sukabumi pada Kamis Sore, Kedalaman 5 Km
Skala Gempa
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut info MMI yang dapat dipelajari.
I MMI: Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.
II MMI: Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.
III MMI: Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.
IV MMI: Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.
V MMI: Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
VI MMI: Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.
VII MMI: Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.
VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.
IX MMI: Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.
X MMI: Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
XI MMI: Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.
XII MMI: Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Berikut tindakan yang perlu kamu lakukan saat gempa terjadi.
1. Tetap tenang
2. Di dalam rumah
3. Di luar ruangan
4. Di kerumunan
5. Di gunung atau dataran tinggi
6. Pusat gempa di laut
7. Di dalam kendaraan
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.