TRIBUNNEWS.COM - Aksi pembunuhan sadis di Kota Madiun, Jawa Timur, mulai terbongkar.
Pria bernama Dwi Bagus Martono alias DBM diringkus polisi setelah membunuh istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), dan anak istri sirinya, AGF (4).
DBM diringkus pada Minggu (25/10/2026) setelah diduga membunuh istri dan anaknya sebulan yang lalu.
Selama sebulan sebelum diringkus, DBM melakukan sandiwara untuk mengelabui keluarga istri sirinya yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengonfirmasi hal tersebut.
Ia menuturkan DBM berpura-pura tidak tahu mengenai keberadaan kedua korban. Bahkan, saat keluarga korban datang dari Bogor ke Madiun untuk melapor kepada polisi, DBM ikut mengantarkan ke Mapolres Madiun Kota.
"Iya, jadi pelaku dan keluarga korban yang ada di Bogor datang ke Madiun, melapor mengantar ke Polres Madiun Kota, melapor kehilangan,"
"Jadi selama satu bulan ya, itu memang tadinya dipercayai bahwa hilang," ungkapnya, dikutip dari Surya.co.id.
Bahkan, DBM juga sempat menghilang hingga mengubah-ubah informasi tentang keberadaan lokasinya saat keluarga korban mencari tahu.
Namun, polisi yang melakukan penyelidikan akhirnya mengetahui bahwa DBM diduga membunuh istri sirinya.
Baca juga: Pembunuhan Istri dan Anak di Madiun Dipicu Cemburu, Polisi: Ada Komunikasi dengan Istri Sah
Pelaku diringkus oleh Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di persembunyiannya di Kabupaten Jomba, Minggu malam.
"Ya, (ditangkap) di wilayah Jombang, tadi malam," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur.
Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing mengatakan bahwa kasus ini diduga dipicu oleh rasa kecemburuan yang berujung cekcok.
Ia menuturkan DBM memiliki istri sah, dan DH merupakan istri sirinya.
Dari keterangan awal, komunikasi antara pelaku dan istri sahnya memicu kecemburuan dan pertengkaran antara DBM dan DH.
"Motifnya kemungkinan masalah dendam ya, emosi ya,"
"Emosi karena memang peristiwa yang melatarbelakangi bahwa pada saat itu si suami ini juga kan punya istri sah. Nah, ada komunikasi dengan istri sah. Kemudian yang perempuannya merasa cemburu."
"Jadi, akibat dari kecemburuan itu terjadi percekcokan mulut antara si korban dengan si pelaku," terang Roy, dikutip dari Surya.co.id.
Meski begitu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dengan keterangan pelaku
Selain itu, pihak kepolisian juga mendalami apakah ada sosok lain dalam kasus ini.
"Sementara masih satu orang ya, masih kita dalami," ujarnya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Surya.co.id, Luhur Pambudi)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.