Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Jembatan Apung Kepala Hiu di kawasan Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, yang selama ini menjadi sarana penyeberangan darurat, sudah hampir sepekan ditutup sementara.
Penutupan dilakukan menyusul meningkatnya debit air dan derasnya arus Krueng Peusangan akibat hujan yang mengguyur wilayah Bireuen dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi sungai yang meluap dan berarus deras dinilai membahayakan keselamatan warga yang hendak menyeberang menggunakan jembatan apung tersebut.
Untuk menghindari risiko kecelakaan, rangkaian jembatan kayu itu telah dibongkar menjadi dua bagian dan ditarik ke pinggir sungai.
Berdasarkan pantauan Serambinews.com, Senin (26/10/2026), jembatan apung tersebut belum difungsikan kembali.
Rangkaian jembatan yang sebelumnya digunakan warga untuk menyeberangi Krueng Peusangan tampak berada di tepi sungai.
Rahmat, operator jembatan apung Kepala Hiu, mengatakan, penutupan sementara terpaksa dilakukan karena debit air meningkat dan arus sungai sangat deras.
Baca juga: Jembatan Apung Kepala Hiu Pante Lhong Padat, Jadi Jalur Alternatif Saat Jembatan Kutablang Ditutup
“Sudah hampir sepekan jembatan tidak beroperasi membantu warga menyeberang sungai. Arus sungai sangat deras,” ujar Rahmat kepada Serambinews.com, Senin (26/10/2026).
Akibat penutupan tersebut, warga Gampong Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, yang hendak menuju kawasan Peusangan maupun sebaliknya, harus menggunakan jalur alternatif.
Warga dapat melintasi Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang atau jembatan rangka baja Awe Geutah di kawasan Teupin Reudeup.
Rahmat mengimbau masyarakat agar bersabar dan menggunakan jalur alternatif selama jembatan apung belum dapat dioperasikan.
Ia menyebutkan, pihak operator bersama masyarakat terus memantau kondisi debit dan arus Krueng Peusangan.
Jembatan Apung Kepala Hiu merupakan sarana penyeberangan darurat yang setiap hari dimanfaatkan ratusan siswa dan warga untuk menunjang aktivitas mereka.
Karena itu, pengoperasian kembali jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat.
Pihak operator akan kembali mengoperasikan jembatan apabila debit air sungai telah turun dan arus tidak lagi deras sehingga penyeberangan dinilai aman.
Hingga kondisi tersebut terpenuhi, warga diminta tetap berhati-hati dan memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.