Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - PSAN Neusu keluar sebagai juara Liga Kolaborasi SSB Kota Banda Aceh 2026 setelah mengalahkan SSB Barona dengan skor 2-1 pada laga pamungkas, Minggu (25/10/2026).

Kemenangan tersebut memastikan PSAN Neusu menempati peringkat pertama klasemen akhir dengan koleksi 19 poin. PSAN Neusu unggul dalam selisih gol atas Barona yang harus puas di posisi kedua dengan poin sama.

Persaingan gelar juara berlangsung hingga pertandingan terakhir. Di bawah guyuran hujan, kedua tim menyuguhkan pertandingan dengan intensitas tinggi. PSAN Neusu membuka keunggulan melalui Agung pada menit ke-9, sebelum Fahrezi menyamakan kedudukan untuk Barona pada menit ke-13.

Gol penentu kemenangan PSAN Neusu dicetak Alfarez melalui tendangan bebas pada menit ke-42. Skor 2-1 bertahan hingga peluit akhir. Sepanjang kompetisi, PSAN Neusu mencatat enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

PSAN Neusu mengakhiri kompetisi dengan selisih gol +24, sedangkan Barona mencatat +20. Sementara itu, Talenta Aceh menempati peringkat ketiga dengan 16 poin setelah menang 3-0 atas Jong Aceh pada pertandingan terakhir. Rampagoe FA berada di posisi keempat dengan 15 poin.

Baca juga: Dua Kendaraan Terjun ke Jurang di Tapaktuan dalam Semalam, Satu Penumpang Luka

Baca juga: Operasi Patuh 2026 Digelar Serentak, Ini 12 Pelanggaran yang Diincar ETLE

Prestasi PSAN Neusu juga dilengkapi keberhasilan Agung meraih gelar pencetak gol terbanyak atau top skor. Ia mengoleksi 16 gol sepanjang Liga Kolaborasi SSB Kota Banda Aceh 2026.

Kompetisi tersebut secara resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Banda Aceh, Reza Kamilin yang hadir mewakili Wali Kota Banda Aceh. Anggota DPRK Banda Aceh dari Partai NasDem, T. Iqbal Djohan, turut hadir memberikan dukungan melalui advokasi penganggaran.

"Kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, penyelenggara, sekolah sepak bola, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pembinaan sepak bola usia dini di Banda Aceh," ujar Reza.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, menanamkan disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas.

"Berakhirnya liga musim ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem sepak bola usia dini dan membuka peluang bagi talenta muda Banda Aceh untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.