TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - SAR Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar lokakarya potensi Search and Rescue (SAR) Sulawesi Selatan untuk memperkuat kesiapsiagaan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana.

Kegiatan bertajuk Lokakarya Potensi SAR itu berlangsung di Gedung IPTEKS Unhas, Tamalanrea, Makassar, Selasa (27/10/2026).

Lokakarya merupakan rangkaian peringatan 40 tahun SAR Unhas yang diperingati pada 14 Juni.

Ketua Panitia, A Gener H Wakulu mengatakan lokakarya ini dirancang untuk menghimpun potensi SAR sekaligus memperkuat koordinasi berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan simulasi penyelamatan di perairan atau water rescue. 

Dalam skenario tersebut, KM Mina Bahari digambarkan terbakar sehingga membutuhkan penanganan dan proses penyelamatan.

Simulasi melibatkan seluruh anggota SAR Unhas untuk melatih kewaspadaan terhadap situasi darurat, kemampuan merespons kejadian, serta sistem koordinasi dalam pelaksanaan operasi penyelamatan.

Baca juga: 3.786 Pendaki Padati Bawakaraeng, 16 Orang Dievakuasi Tim SAR

SAR Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar lokakarya potensi Search and Rescue (SAR) Sulawesi Selatan untuk memperkuat kesiapsiagaan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengantisipasi bencana.

Kegiatan bertajuk lokakarya potensi SAR tersebut berlangsung pada Selasa (27/10/2026). Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 40 tahun SAR Unhas yang jatuh pada 14 Juni 2026.

Ketua Panitia, A Gener H Wakulu, mengatakan lokakarya ini dirancang untuk menghimpun potensi SAR sekaligus memperkuat koordinasi berbagai pihak dalam menghadapi situasi darurat dan bencana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan simulasi penyelamatan di perairan atau water rescue. Dalam skenario tersebut, KM Mina Bahari digambarkan mengalami kebakaran sehingga membutuhkan penanganan dan proses penyelamatan.

Simulasi melibatkan seluruh anggota SAR Unhas untuk melatih kewaspadaan terhadap situasi darurat, kemampuan merespons kejadian, serta sistem koordinasi dalam pelaksanaan operasi penyelamatan.

Kegiatan dilanjutkan diskusi panel yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di bidang kebencanaan dan kemanusiaan.

Panelis di antaranya perwakilan BPBD Sulawesi Selatan Amson Padolo, Basarnas Reppind, perwakilan MKT Mitra Peduli Kemanusiaan Salman Hasmin, Ahmad Alfaridzi dari Korpala, Asmin Amin dari Kharisma Indonesia, serta M Rudi Rumengan dari Masmindo.

Melalui diskusi tersebut, para peserta diharapkan dapat bertukar pandangan mengenai kesiapsiagaan, penanganan bencana, serta pentingnya sinergi antara lembaga pemerintah, organisasi SAR, komunitas, dan unsur masyarakat.

Salah satu agenda utama lokakarya ini adalah pendataan potensi SAR secara digital dengan pendampingan MKT Mitra Peduli Kemanusiaan. 

Pendataan tersebut menjadi upaya menghimpun informasi mengenai potensi dan unsur yang dapat mendukung penanganan bencana di Sulsel.

Rangkaian kegiatan mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan potensi SAR yang hadir. 

Langkah ini diharapkan memperkuat hubungan kerja sama dan koordinasi antarpihak dalam kegiatan kemanusiaan serta operasi penyelamatan.

Peluncuran Buku 40 Tahun

Lokakarya menjadi rangkaian kegiatan peringatan empat dekade perjalanan SAR Unhas. 

Sebelumnya, peringatan ulang tahun ke-40 di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Makassar, 14 Juni 2026.

Rangkaian dilanjutkan peluncuran buku Rumah Jingga Tamalanrea: 40 Tahun SAR Unhas. 

Buku ini diluncurkan pada 21 September 2026 di Perpustakaan Nasional, Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan perjalanan organisasi sekaligus memperkaya literasi kebencanaan di Indonesia.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SAR Unhas tidak hanya merayakan perjalanan organisasi.

Tetapi juga mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi antarlembaga, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.