TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Denyut nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat di wilayah tengah Provinsi Kalimantan Timur terus digenjot. 

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim memastikan pengerjaan proyek strategis nasional terus berprogres signifikan di lapangan.

Salah satu fokus utama saat ini adalah proyek Preservasi Jalan dan Jembatan yang membentang dari kawasan Kota Bangun, Muara Leka, hingga Muara Muntai di Kabupaten Kutai Kartanegara. 

Jalur darat ini memegang peranan krusial sebagai urat nadi penghubung antara Kota Tepian Samarinda menuju kawasan pedalaman Kukar.

Manager Proyek, Reksa Lempo mengungkapkan, ritme pekerjaan di lapangan saat ini terus di gas pol secara simultan dan kontinu. 

Baca juga: BBPJN Kaltim Terus Tangani Ruas Jalan Nasional Kota Bangun-Muara Muntai

Pihaknya berpacu dengan waktu demi memastikan jalur logistik utama tersebut tetap prima dan aman dilalui pengendara setiap hari.

"Prinsip utama kami di lapangan adalah menjaga agar fungsi jalan tetap optimal, mulus, dan layak dilintasi pengendara, khususnya armada angkutan logistik yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal," ujar Reksa Lempo kepada TribunKaltim.co, Rabu (28/10/2026).

Berdasarkan data teknis, penanganan menyeluruh ini mencakup koridor sepanjang 72,13 kilometer. 

Rinciannya meliputi pemeliharaan rutin jalan sepanjang 67,20 kilometer guna mengantisipasi degradasi aspal akibat tingginya mobilitas harian.

Selain itu, rehabilitasi mayor dan minor diprioritaskan pada titik-titik krusial yang mengalami kerusakan struktural sedang hingga berat sepanjang 4,90 kilometer. 

Baca juga: BBPJN Kaltim Terapkan Teknologi Geotekstil demi Keawetan Jalan Nasional di Kutai Barat

Tak ketinggalan, sektor infrastruktur jembatan turut diperkuat lewat rehabilitasi struktural sepanjang 30 meter demi menunjang tonase kendaraan berat yang melintas.

"Aktivitas fisik yang tengah kami kebut sekarang meliputi pelapisan ulang hotmix, penguatan bahu jalan memakai struktur beton, hingga penataan ulang sistem drainase agar genangan air tidak merusak badan jalan," tambahnya.

Pengawasan Ketat demi Mutu Maksimal

Demi menjaga marwah pembangunan dan memastikan anggaran negara terserap secara akuntabel, BBPJN Kaltim menerapkan standar pengawasan berlapis. 

Seluruh tahapan konstruksi dikawal ketat oleh tim konsultan pengawas di bawah komando langsung Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Langkah preventif ini diambil agar hasil akhir fisik jalan benar-benar presisi, tahan lama, serta tidak mudah rusak sebelum waktunya.

"Kami tidak main-main soal mutu. Setiap jengkal pengerjaan wajib lolos uji kualitas dan berdiri di atas spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan oleh BBPJN Kaltim," tegas Reksa.

Dengan tuntasnya rangkaian preservasi koridor strategis ini, BBPJN Kaltim optimistis arus distribusi barang dan jasa bakal semakin lancar. 

Kehadiran infrastruktur yang handal di ruas tengah Kaltim ini diharapkan mampu mengerek roda perekonomian daerah sekaligus menjamin keselamatan warga di jalan raya.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.