Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana 

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kawasan Tugu Keris di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diproyeksikan memiliki fungsi lebih besar dari sekadar ikon daerah. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai menyiapkan pengembangan kawasan tersebut menjadi rest area terpadu yang berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Rencana pengembangan itu diarahkan untuk menjadikan kawasan Tugu Keris sebagai tempat persinggahan bagi pengguna jalan, khususnya pengendara yang melintasi jalur selatan Madura.

Tak hanya menyediakan tempat beristirahat, kawasan tersebut nantinya dirancang memiliki sejumlah fasilitas publik dan ekonomi.

Mulai dari masjid, pusat kuliner atau food court, penginapan sementara, hingga area parkir khusus bus.

Baca juga: Proyek Tugu Keris Sumenep Rp3,38 Miliar belum Ditender, Kawasan Wisata Bakal Diperluas 1 Hektare

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Eri Susanto, mengatakan, konsep pengembangan kawasan Tugu Keris Pragaan itu sudah disiapkan.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan fisik mulai direalisasikan pada 2027.

"Perencanaannya sudah disiapkan. Mulai 2027, pembangunan akan dilakukan dengan memanfaatkan dana CSR (Corporate Social Responsibility)," kata Eri Susanto saat ditemui TribunMadura.com di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026).

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat kawasan Tugu Keris lebih hidup dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

Buka Peluang Tumbuhnya UMKM

Konsep rest area terpadu itu juga membuka peluang tumbuhnya kegiatan usaha di sekitar kawasan.

Area kuliner, misalnya, dapat menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menawarkan produk makanan dan minuman kepada pengunjung.

Baca juga: Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp3,38 Miliar untuk Perluas Kawasan Tugu Keris, Bakal Jadi Pusat UMKM

Selain itu, penyediaan area parkir bus diharapkan dapat menunjang kebutuhan kendaraan rombongan yang melintas di wilayah Pragaan.

Eri Susanto menjelaskan, salah satu modal awal pengembangan kawasan tersebut adalah ketersediaan lahan yang telah dibebaskan oleh Pemkab Sumenep. 

"Pemerintah daerah telah menyiapkan aspek lahan sebagai dasar untuk merealisasikan rencana pembangunan," katanya.

Pembiayaan pembangunan lanjutnya, direncanakan mengandalkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

"Pengembangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat fungsi Tugu Keris sebagai salah satu identitas daerah, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang produktif serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," paparnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.