TRIBUNNEWS.COM - Man of The Match (MOTM) yang diraih penggawa Timnas Indonesia Calvin Verdonk bukanlah sesuatu yang kaleng-kaleng. Pengakuan bek Bodo/Glimt Fredrik Sjovold menjadi bukti.
Berlangsung di Aspmyra Stadium, Norwegia, LOSC Lille yang memainkan Calvin Verdonk sejak menit awal, sukses menahan imbang Bodo/Glimt 0-0 dalam laga lanjutan Liga Champions 2026/2027, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.
Ini menjadi poin pertama LOSC Lille besutan Davide Ancelotti di ajang UEFA Champions League musim in.
Calvin Verdonk pun mendapatkan penghargaan MOTM setelah laga. Dalam penjelasan laman resmi UEFA Champions League, Verdonk berhak mendapatkan predikat tersebut karena tampil konsisten, baik itu bertahan maupun menyerang.
"Saat menguasai bola, ia bermain bagus di area sayap, mengoper dan menerima bola secara efektif, dan selalu siap untuk segera bergabung dalam serangan. Saat tidak menguasai bola, ia unggul dalam melakukan pemulihan serangan balik, dan efektif dalam duel serta bertahan di area sayap," tulis laman resmi UCL.
Penilaian tersebut diperkuat oleh pernyataan bek kanan Bodo/Glimt,Fredrik Sjovold, yang sepanjang laga berduel dengan Calvin Verdonk yang menyisir sisi kiri permainan LOSC Lille.
Fredrik Sjovold dalam konferensi pers setelah pertandingan dibuat frustrasi oleh gaya permainan LOSC Lille.
"Kami kesulitan memahami gaya permainan mereka," ujar Fredrik Sjovold yang berduel dengan Calvin Verdonk, baik itu saat bertahan ataupun membantu penyerangan, dikutip dari laman Lepetitlillois.
"Jujur saja, itu membuat frustrasi," keluhnya menghadapi duel-duel keras melawan pemain LOSC Lille, termasuk Calvin Verdonk.
"Kami tidak pernah benar-benar bisa memainkan permainan kami dengan baik," sambungnya menjelaskan.
Lebih lanjut, pelatih Bodo/Glimt, Kjetil Knutsen, mengaku kecele karena sudah berharap lebih untuk meraih tiga poin di kandang.
Apalagi dalam riwayat mereka tampil di kandang untuk kompetisi Liga Champions, pernah mengalahkan tim sekaliber Manchester City, Inter Milan, dan Borussia Dortmund.
Baca juga: Dalam Balutan MOTM Calvin Verdonk, Ancelotti Minta Lille Tak Cuma Numpang Lewat di UCL
"Kami bermain di pertandingan level tertinggi sepak bola Eropa. Orang-orang mengharapkan kami mengalahkan Lille. Itu adalah sebuah kesalahan," ujar Kjetil Knutsen, dikutip dari sumber yang sama.
"Saya pikir mereka telah menemukan pelatih yang sangat kompeten (Davide Ancelotti) yang akan mengangkat tim dan klub," sambungnya.
Ungkapan kekecewaan karena ditahan imbang Verdonk dkk. juga disampaikan bek tengah Bodo/Glimt, Haitam Aleesami.
"Kami seharusnya bisa lebih kompetitif melawan tim seperti Lille," jelasnya.
"Kami bahkan pernah mengalahkan tim-tim besar di sini (Manchester City, Inter Milan, Borussia Dortmund) di kandang sendiri, jadi saya pikir seharusnya kami mampu mengalahkan Lille," terang pemain kelahiran Oslo, Norwegia, penuh penyesalan.
Terlepas dari itu, Calvin Verdonk bersama Lille tampil sangat solid di laga menghadapi Bodo/Glimt.
Kini, fokus LOSC Lille sudah harus bergeser ke kompetisi domestik Ligue 1.
Menduduki posisi kedua klasemen sementara berbekal 18 poin, atau hanya tertinggal dua angka atas Paris Saint-Germain (PSG), membuat Lille memiliki kesempatan besar untuk mengambil alih singgasana perebutan titel juara.
Terdekat, LOSC Lille akan melakoni laga tandang melawan Rennes di Roazhon Park Stadium, Minggu (8/11/2026) malam WIB.
(Tribunnews.com/Giri)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.