TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Polisi mengonfirmasi isu begal sadis di Simpang Tugu Ikapista Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang baru-baru ini beredar adalah hoaks.
Kasi Humas Polres Ogan Ilir, Iptu Mansyur menegaskan tidak ada peristiwa kejahatan pencurian dengan kekerasan di lokasi yang dimaksud.
"Tidak benar. Hoaks," tegas Mansyur di Mapolres Ogan Ilir, Rabu (4/11/2026).
Begitu mendapat informasi tersebut, polisi langsung mendatangi lokasi dan mengecek ke sejumlah rumah sakit.
Atas kehebohan yang terjadi, polisi mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial.
"Saring sebelum sharing informasi. Harus bijak bermedia sosial. Jika ada informasi seperti itu, silakan tanyakan dulu atau bisa minta bantu kepolisian," pesan Mansyur.
Sebelumnya, masyarakat Ogan Ilir, khususnya di Kecamatan Indralaya, dihebohkan dengan isu begal yang dialami seorang pria.
Baca juga: Heboh Video Pria Bersimbah Darah Diduga Korban Begal di Indralaya, Polisi Cek Rumah Sakit dan TKP
Isu tersebut begitu mengundang perhatian masyarakat karena korban mengalami luka bacok di kepala hingga bersimbah darah.
Dinarasikan bahwa peristiwa begal sadis tersebut terjadi di Simpang Tugu Ikapista di Indralaya, Selasa (3/11/2026) pagi sekitar pukul 01.00 WIB.
Pada video berdurasi 58 detik yang beredar, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di kepala.
Tampak korban sadar saat mendapatkan perawatan dari tim medis.
Informasi terkait peristiwa ini telah sampai ke polisi.
Kapolsek Indralaya, Iptu Rangga Saputra, melalui Kanit Reskrim, Ipda Robertus, menyampaikan bahwa pihaknya belum menerima laporan begal tersebut.
"Belum ada laporan," kata Robertus kepada TribunSumsel.com dan Sripoku.com, Selasa (3/11/2026) petang.
Robertus mengaku telah menginstruksikan anak buahnya mendatangi TKP dan seluruh rumah sakit maupun puskesmas di Indralaya.
"Tadi pagi sudah kami cek ke TKP. Belum ada informasi terkait kejadian begal. Di seluruh rumah sakit di Indralaya juga tidak ada yang menerima pasien luka berat akibat begal seperti di video," jelas Robertus.
Ia menduga peristiwa berdarah tersebut terjadi di luar daerah Ogan Ilir.
"Informasi yang kami terima, video tersebut memperlihatkan situasi rumah sakit di luar Ogan Ilir. Kami masih terus mengecek kebenaran informasi tersebut," kata dia.
Sementara warga yang tinggal di perumahan dekat TKP mengaku tak tahu ada aksi begal.
Sartoni, salah seorang warga, mengaku ragu dengan kebenaran informasi tersebut.
"Dari tadi malam sampai siang ini kami siaga terus menjaga keamanan perumahan. Tidak ada itu begal dekat Tugu Ikapista. Bisa jadi hoaks," kata Sartoni dihubungi terpisah.
Ikuti dan Bergabung di Saluran WhatsApp TribunSumsel.com
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.