SURYA.co.id, Trenggalek - Ketegangan antara rombongan perguruan silat dan sekelompok orang yang mengaku warga sekitar sempat terjadi di jalur perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung, Selasa (3/11/2026) malam. Insiden yang memicu aksi saling lempar batu itu terjadi di tikungan Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian aparat kepolisian yang turun ke lokasi untuk mencegah bentrokan meluas.
Kapolsek Durenan, AKP Muhammad Faiz Faizal, mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan tikungan Baruharjo yang berada di jalur penghubung Trenggalek-Tulungagung.
"Menurut keterangan yang kami dapatkan, di tikungan tersebut kelompok konvoi berhenti dan menggeber-geberkan kendaraan roda duanya untuk memancing keramaian," ujar AKP Muhammad Faiz Faizal, Rabu (4/11/2026) saat dikonfirmasi.
Menurut informasi yang dihimpun dan dilansir dari SURYA.co.id, aksi menggeber sepeda motor tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah orang yang mengaku warga sekitar.
Mereka menegur rombongan agar tidak menimbulkan keresahan di kawasan tersebut.
Situasi yang semula hanya berupa teguran berubah menjadi perdebatan antara kedua kelompok.
Perselisihan itu terus berkembang hingga berujung aksi saling lempar batu di lokasi kejadian.
Mendapat laporan adanya keributan, personel Polsek Durenan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Baca juga: Waspada Longsor di Jalur Trenggalek-Ponorogo, Polisi Siapkan Pengalihan Arus
Petugas membubarkan kerumunan sekaligus meredam ketegangan yang dikhawatirkan semakin meluas.
"Anggota Polsek Durenan selanjutnya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk membubarkan kerumunan sekaligus meredam ketegangan," ulasnya.
Polisi kemudian mengamankan sejumlah orang dan beberapa sepeda motor ke Mapolsek Durenan sebagai langkah antisipasi.
AKP Faiz menjelaskan pihak yang diamankan diduga berasal dari kelompok yang berseberangan dengan rombongan perguruan silat.
Saat itu mereka diketahui berlindung di sebuah warung kopi yang berada di sekitar tikungan Baruharjo.
Selain mengamankan sejumlah orang, polisi juga membawa beberapa sepeda motor ke Polsek Durenan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kendaraan menjadi sasaran kemarahan maupun aksi perusakan dari rombongan yang melintas.
"Untuk kendaraan juga diamankan di Polsek agar tidak menjadi sasaran dari kemarahan atau aksi dari konvoi perguruan yang sedang berjalan tersebut," terangnya.
AKP Faiz menambahkan, orang-orang yang diamankan telah dipulangkan pada malam yang sama sekitar pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB.
Sebelum dipulangkan, mereka terlebih dahulu diminta membuat surat pernyataan.
"Adapun sepeda motor yang diamankan diarahkan untuk diambil pada Rabu (4/11/2026). Pemilik diminta membawa surat atau dokumen yang menunjukkan bahwa kendaraan tersebut merupakan miliknya," ulasnya.
Hingga Rabu (4/11/2026), polisi masih melakukan pemantauan terhadap situasi di kawasan perbatasan Desa Baruharjo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek dengan wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Pihak kepolisian memastikan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut apabila ditemukan informasi baru terkait insiden tersebut.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.