TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dampak kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino menjadi perhatian Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan. 

Meski begitu, hingga saat ini belum ada laporan penurunan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata akibat kondisi cuaca tersebut.

Namun, Disparpora Balikpapan tetap mengantisipasi keterbatasan pasokan air bersih yang berpotensi mengganggu operasional tempat wisata. 

Pengelola destinasi diminta melakukan penghematan sekaligus memastikan kebutuhan dasar pengunjung tetap terpenuhi.

Baca juga: 3 Dampak Kemarau El Nino di Sektor Keuangan Balikpapan, Ikan Laut jadi Penahan Inflasi

Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pihaknya telah mengingatkan pengelola destinasi wisata agar menyesuaikan penggunaan air dengan kondisi pasokan yang terbatas.

Menurutnya, kebutuhan air bersih tetap harus diperhatikan, terutama untuk fasilitas dasar yang digunakan pengunjung selama berada di kawasan wisata.

"Kemarau ini memang kami antisipasi dengan keterbatasan suplai air ke pengelola destinasi wisata. Kami mengimbau agar tetap menjaganya. Kalau misalnya kosong, ya disiapkan, minimal untuk mereka ke toilet," ujarnya, saat diwawancarai media pada kegiatan Wedding Expo di Pentacity Shopping Venue Balikpapan, Rabu (4/11/2026).

Di sisi lain, kondisi kemarau panjang juga menjadi perhatian karena Balikpapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Selain berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kebakaran dan asap yang ditimbulkan dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung ketika beraktivitas di luar ruangan.

Namun, kata dia hingga saat ini, belum terdapat laporan mengenai dampak langsung kondisi tersebut terhadap aktivitas maupun tingkat kunjungan wisata di Balikpapan.

Ratih menyebut, kunjungan ke destinasi wisata sejauh ini masih berjalan normal. Pihaknya juga belum menerima informasi adanya penurunan jumlah pengunjung yang berkaitan dengan El Nino maupun karhutla.

"Untuk sementara sih belum ada info dari kami. Kunjungan tempat wisata masih normal," jelasnya. 

Baca juga: Dampak El Nino, Inflasi di Kota Balikpapan Bulan Oktober 2026 Naik Jadi 0,15 Persen

Di samping menjaga operasional destinasi, Disparpora juga menyiapkan strategi untuk mendorong kunjungan wisatawan, khususnya menjelang akhir tahun.

Salah satunya melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan atau event yang diarahkan untuk ikut mempromosikan destinasi wisata di Kota Balikpapan.

Ratih mengatakan, kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk menghidupkan kembali aktivitas wisata. 

Seperti kegiatan olahraga lari atau running event yang diarahkan agar mengambil lokasi di destinasi wisata.

Dengan begitu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda hiburan dan olahraga, tetapi sekaligus memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki Balikpapan.

"Berbagai event kita arahkan. Kayak kemarin mau ada run, silakan ke destinasi kita arahkan," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap, penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut dapat membantu menjaga geliat pariwisata daerah hingga penghujung tahun.

Terlebih, Balikpapan juga akan menggelar Balikpapan Fest pada Desember 2026 mendatang.

"Agenda tersebut diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata" pungkasnya. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.