TRIBUNJATENG.COM, TEGAL — Suporter SMA Negeri 4 Tegal dan SMK Bina Nusa Slawi bergantian menyanyikan dukungan menjelang final putra di GOR Wisanggeni.

Di antara mereka, guru dan orang tua turut hadir. 

Antusiasme itu memperlihatkan hubungan yang mengikat pemain dengan komunitas sekolahnya.

Baca juga: SMA 4 Tegal Sapu Bersih Gelar Putra-Putri TPAAF, Pelatih: Pemain Ngotot Sampai Akhir

Pertemuan tersebut berlangsung pada puncak Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 Tegal Series with by.U – Piala Wali Kota Tegal, Selasa (3/11/2026).

Turnamen yang dimulai pada 29 Oktober itu ditutup dengan keberhasilan SMA 4 meraih gelar putra dan putri.

Keterlibatan sekolah dan keluarga membuka pertanyaan: bagaimana antusiasme selama turnamen dapat menjadi dukungan berkelanjutan bagi pemain muda?

Antusiasme itu telah terlihat sebelum turnamen. Bintang, koordinator suporter SMA Negeri 4 Kota Tegal, dalam roadshow pada 21 Oktober 2026 menyampaikan target penghargaan suporter dan koreografi terbaik.

Ia ingin sebanyak mungkin pendukung sekolah hadir di tribun.

Di MAN Kota Tegal, Rita, salah seorang siswa, berharap dukungan suporter menambah semangat pemain, ia juga menekankan kesiapan memberikan dukungan secara sportif.

FUTSAL - General Manager sekaligus National Project Manager TPAAF 2026, Danang dalam acara puncak Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 Tegal Series with by.U – Piala Wali Kota Tegal di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Selasa (3/11/2026).
FUTSAL - General Manager sekaligus National Project Manager TPAAF 2026, Danang dalam acara puncak Tribun Putih Abu-Abu Futsal 2026 Tegal Series with by.U – Piala Wali Kota Tegal di GOR Wisanggeni, Kota Tegal, Selasa (3/11/2026). (Tribun Jateng/dok Tribunjateng)

Menghubungkan Peran

General Manager sekaligus National Project Manager TPAAF 2026, Danang Purwoko, menyebut tim penyelenggara berkesempatan hadir di 15 sekolah selama rangkaian kegiatan.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa hubungan dengan pelajar sudah dibangun sebelum mereka berkumpul di arena pertandingan.

Danang juga menyampaikan rencana menyeleksi pemain untuk mendapatkan kesempatan mengikuti pemusatan latihan atau training camp di Eropa.

“Kita mau bawa ke panggung nasional bahkan ke panggung internasional,” ujarnya.

Rencana tersebut membutuhkan kesinambungan.

Kompetisi menyediakan kesempatan tampil, sedangkan perkembangan pemain memerlukan latihan dan pendampingan setelah pertandingan berakhir. 

Sekolah, pelatih, keluarga, penyelenggara, pemerintah daerah, dan mitra pendukung memiliki peran yang dapat dihubungkan.

Di situlah ekosistem Putih Abu-Abu perlu bertumbuh.

Ukurannya dapat dilihat dari tersedianya kesempatan bertanding secara berulang, catatan perkembangan pemain, serta proses seleksi yang jelas bagi peserta dan sekolah.

Harapan tentang kesinambungan juga disampaikan Kepala SMK Negeri 1 Adiwerna Joko Pramono dalam liputan roadshow yang terbit pada 23 Oktober 2026.

Ia mendukung kegiatan positif bagi pelajar dan menginginkan arah pengembangan prestasi yang jelas.

“Saya berharap siswa bisa ikut kompetisi yang sifatnya bisa berjenjang,” ujar Joko, dikutip dari putihabuabu.id.

Dari sekolah yang sama, Muhammad Evan Ardiyansah, siswa kelas XII, menjelaskan bahwa persiapan tim telah berjalan sekitar dua hingga tiga bulan.

Latihan mencakup permainan, fisik, dan kebugaran. Keterangan itu memperlihatkan pekerjaan yang sudah dilakukan siswa dan pelatih sebelum pertandingan dimulai.

Media sebagai penghubung

“Kami percaya, bintang besar tidak selalu lahir dari kota besar!” ujar Cicilia.

Kekuatan media dapat membantu menjaga hubungan tersebut.

Liputan dapat mengikuti persiapan, pertandingan, hingga evaluasi. Catatan nama pemain, hasil pertandingan, dan cerita sekolah menjadi dokumentasi perkembangan mereka.

Penilaian teknis tetap memerlukan pengamatan pelatih dan proses seleksi.

Siaran langsung juga membuka akses kepada penonton di luar arena. Danang menyampaikan bahwa siaran pertandingan di Tegal turut dibantu oleh paket data by.U.

Dalam kegiatan ini, dukungan media dan konektivitas memperluas kesempatan masyarakat mengikuti perjuangan tim sekolah.

Manager Mobile Consumer Branch Pekalongan Telkomsel, Suwandi Aprianto, mengatakan, dukungan by.U berkaitan dengan penyediaan kegiatan positif bagi generasi muda.

“Kami percaya bahwa olahraga seperti futsal adalah wadah terbaik untuk menyalurkan energi positif,” katanya.

Keberlanjutan gerakan itu perlu diwujudkan melalui pekerjaan yang dapat dirasakan pelajar: informasi kegiatan yang mudah diakses, komunikasi dengan sekolah, pencatatan hasil yang tertib, serta kejelasan tahap seleksi.

Baca juga: AFK Tegal Bidik Talenta Muda dari TPAAF 2026, Siapkan Liga Futsal untuk SMP dan SMA

Riuh tribun Tegal telah menunjukkan kesediaan banyak orang untuk hadir. 

Agar dukungan itu terus berarti, hubungan yang dimulai melalui kompetisi perlu dirawat.

Pelajar membutuhkan kesempatan berikutnya untuk berlatih, bertanding, dan memperlihatkan perkembangan mereka. (*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.