Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjadikan pengembangan wisata bahari sebagai salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi berkelanjutan di wilayah kepulauan.

Satu di antara konsep yang diusung yakni pengembangan Segitiga Emas Pariwisata yang menghubungkan Gili Iyang, Gili Labak, dan Pantai Sembilan di Gili Genting.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi wisata bahari yang besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Keindahan alam kepulauan, kekayaan ekosistem laut, serta karakteristik budaya masyarakat menjadi modal penting dalam membangun sektor pariwisata.

Baca juga: Pariwisata Jadi Mesin Baru Ekonomi Sumenep, Bupati Siapkan Jalan Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Menurutnya, pengembangan wisata bahari tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

Lebih dari itu, sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian lokal di kawasan kepulauan.

"Dua destinasi yang memiliki daya tarik kuat adalah Gili Iyang di Kecamatan Dungkek yang dikenal dengan potensi wisata kesehatan dan kualitas udaranya, serta Gili Labak di Kecamatan Talango yang menawarkan keindahan pantai, kejernihan air laut dan juga pesona wisata bawah laut," tutur Arif Firmanto saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, kedua destinasi tersebut bersama Pantai Sembilan yang ada di Pulau Gili Genting menjadi bagian dari konsep Segitiga Emas Pariwisata yang sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan.

Baca juga: BPS Sebut Ekonomi Sumenep Tumbuh 4,85 Persen, Handoyo Ingatkan Ketergantungan pada Sektor Primer

Infrastruktur

Arif Firmanto menuturkan, pengembangan kawasan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam.

Namun, dibutuhkan dukungan transportasi laut yang memadai, infrastruktur dasar, promosi yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga tata kelola destinasi yang baik.

Karena itu, kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting agar potensi wisata yang dimiliki dapat memberikan manfaat ekonomi secara optimal kepada masyarakat.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pulau.

"Infrastruktur dasar, pelayanan pendukung, hingga kesiapan masyarakat menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun kawasan wisata yang berdaya saing," paparnya.

Baca juga: 4 Perusahaan Migas Beroperasi di Sekitar Sampang, Kontribusi ke Daerah Lewat Program PPM

Ia menilai, keberhasilan pengembangan Segitiga Emas Pariwisata tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Sumenep.

"Tapi, manfaatnya juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui bertambahnya peluang usaha, berkembangnya UMKM lokal, serta terciptanya lapangan pekerjaan baru," katanya.

Selain itu, pengelolaan destinasi wisata juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kepulauan.

"Pengembangan wisata bahari harus mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," terangnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.