Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Banda Aceh hingga minggu ke-44 atau per 2 November 2026 telah mencapai lebih dari Rp339 miliar. Angka tersebut setara 76,99 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Tahun Anggaran 2026 sebesar lebih dari Rp440 miliar.
Capaian tersebut berasal dari empat sektor utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah.
Berdasarkan data realisasi, pajak daerah menyumbang lebih dari Rp172 miliar atau 79,05 persen dari target Rp218 miliar lebih. Sementara retribusi daerah mencapai lebih dari Rp18 miliar atau 70,83 persen dari target Rp26 miliar lebih.
Selanjutnya, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi lebih dari Rp11 miliar atau 90,37 persen dari target Rp12 miliar lebih. Adapun lain-lain PAD yang sah mencapai lebih dari Rp135 miliar atau 74,49 persen dari target Rp182 miliar lebih.
Berdasarkan jenis penggunaannya, PAD yang bersifat bebas digunakan telah terealisasi lebih dari Rp208 miliar atau 80,44 persen dari target Rp259 miliar lebih. Sedangkan PAD yang tidak bebas digunakan mencapai lebih dari Rp130 miliar atau 72,06 persen dari target Rp180 miliar lebih.
Baca juga: ITF UIN Ar-Raniry Banda Aceh Cetak Sejarah, Jadi Lembaga Amil Zakat Pertama di Lingkungan PTKIN
Di tengah capaian tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong percepatan realisasi pendapatan menjelang akhir tahun anggaran. Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, dalam rapat evaluasi PAD menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah untuk mengoptimalkan potensi pendapatan sesuai kewenangan masing-masing.
"Seluruh kepala OPD pengelola PAD diminta menyampaikan proyeksi penerimaan hingga 31 Desember 2026, disertai langkah-langkah strategis dan upaya konkret yang akan dilakukan untuk memastikan target pendapatan dapat tercapai," ujar Jalaluddin dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).
Melalui rapat evaluasi berkala, Pemko Banda Aceh memperkuat koordinasi, pengawasan, dan sinergi antarperangkat daerah. Langkah tersebut diharapkan mendorong optimalisasi seluruh sumber pendapatan agar target PAD tahun anggaran 2026 dapat tercapai.
"Optimalisasi PAD menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, membiayai pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Banda Aceh," pungkasnya.(*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.