TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perayaan Lebaran hari kedua, Selasa (1/4/2025) di wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT) geger dengan temuan tengkorak dan tulang manusia.

Alhasil warga malah berbondong-bondong ke hutan ingin melihat langsung penampakan tengkorak dan tulang manusia

Lokasi tepatnya berada di Nenonasi, Desa Taekas, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG COM, selain tengkorak dan tulang manusia, tak jauh dari TKP ditemukan juga satu helai baju kaos oblong berwarna merah dan putih, satu helai celana panjang jeans berwarna biru.

Tengkorak dan tulang manusia ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga RT/RW : 007/002, Desa Taekas bernama Moris Kapitan. 

Tengkorak ini ditemukan di wilayah Hutan Nenonasi wilayah RT 007, RW 002, Desa Taekas.

Pasca ditemukannya tengkorak dan tulang manusia ini, warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Miomaffo Timur. 

 

Kronologi Penemuan Tengkorak dan Tulang Manusia di Timor Tengah Utara NTT

Warga bernama Moris Kapitan membeberkan kronologi pertama kali ia menemukan tengkorak dan tulang manusia di wilayah Hutan Nenonasi wilayah RT 007, RW 002, Desa Taekas, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, Selasa (1/4/ 2025).

Moris menuturkan, sebelum temuan tengkorak dan tulang manusia tersebut, ia pergi ke wilayah Hutan Nenonasi untuk memindahkan sapi miliknya yang diikat di sekitar TKP sekira pukul 11. 30 WITA

Ketika tiba di Hutan Nenonasi, Moris mendengar gonggongan anjing. 

Didorong oleh rasa penasaran, ia kemudian mendekat ke arah gonggongan anjing tersebut.

Saat tiba di TKP, Moris dikejutkan oleh tulang dan tengkorak manusia yang tergeletak di sekitar TKP.

Ia kemudian menginformasikan temuannya tersebut kepada keluarga dan masyarakat sekitar. 

Informasi ini kemudian disampaikan kepada pihak kepolisian Polsek Miomaffo Timur.

 

Identitas Tengkorak Terungkap, Diduga Aloysius Kapitan yang Hilang pada 2024 Silam

Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) AKBP Eliana Papote melalui Kasubsi PIDM Humas Polres TTU, IPDA Markus Wilco Mitang mengatakan, keluarga almarhum Aloysius Kapitan menolak dilakukan autopsi terhadap tulang dan tengkorak diduga milik yang bersangkutan. 

Markus Wilco Mitang menyebut, keluarga almarhum Aloysius Kapitan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan dengan lapang dada tidak ingin persoalan tersebut ditempuh secara hukum.

Sikap keluarga ini, ujarnya, dituangkan dalam surat pernyataan penolakan autopsi dan penolakan menempuh jalur hukum atas kepergian korban yang difasilitasi oleh Kapolsek Miomaffo Timur.

Sebelumnya, IPDA Markus Wilco Mitang menduga tengkorak dan tulang manusia yang ditemukan warga Hutan Nenonasi wilayah RT 007, RW 002, Desa Taekas, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT, Selasa, 1 April 2025 adalah milik Aloysius Kapitan.

Aloysius Kapitan dikabarkan menghilang dari rumahnya pada Rabu, 19 Juni 2024 silam. 
Informasi kehilangan Aloysius Kapitan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor : LP/ GAR / B / 32 /VI / 2024 / SPKT / SEK MIOTIM / POLRES TTU / POLDA NTT, tertanggal 20 Juni 2024. 

Pasca informasi kehilangan Aloysius Kapitan ini dilaporkan ke Mapolsek Miomaffo Timur saat itu, Personel Polsek Miomaffo Timur dan warga Desa Taekas melakukan pencarian terhadap korban. Namun korban tidak ditemukan.

Ia menuturkan, setelah menerima informasi tersebut, sekira pukul 13.30 wita, Kapolsek Miomaffo Timur, Kanit Identifikasi Polres TTU, Kanit Reskrim dan Panit Intelkam Polsek Miomaffo Timur bergerak ke rumah almarhum Aloysius Kapitan.

 

Tengkorak dan Sisa Tulang Belulang Dibawa ke Rumah Duka

Didampingi oleh keluarga lainnya serta Kepala Desa Taekas, mereka mendatangi TKP guna melakukan olah TKP dan mengevakuasi tulang dan tengkorak manusia yang ditemukan. 

Berdasarkan keterangan keluarga korban, kata IPDA Wilco, ketika keluar dari rumah pada Bulan Juni 2024 lalu, korban mengenakan kaos oblong corak merah dan putih, celana panjang jeans berwarna biru. 

Saat keluar dari rumah juga, lanjutnya, korban disebut mengenakan jaket. 

Namun jaket tersebut tidak ditemukan di TKP, diduga jaket dan tulang belulang lainnya dimakan binatang buas.

Sekira pukul 15.30 wita, tulang dan tengkorak serta satu helai baju kaos oblong dengan corak merah dan putih, satu helai celana panjang jeans dengan corak warna biru kemudian dievakuasi ke rumah duka. (tribun network/thf/PosKupang.com)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.