TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Seorang pedagang di Pasar Bandarjo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Gito (59) mengaku bahwa harga dan pasokan kelapa di tingkat konsumen cenderung stabil.
Hal itu menanggapi adanya isu yang beredar terkait melonjaknya harga kelapa hingga mencapai Rp35 ribu per buah.
“Biasa saja.
Saya jual biasa, ada yang Rp10 ribu yang kecil dan Rp15 ribu yang besar untuk kelapa premium,” kata Gito kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/4/2024).
Dia menambahkan, meskipun harga kelapa dinilai masih normal, namun diakuinya terdapat penurunan pasokan.
Gito yang biasa menyetok hingga 100 buah kelapa per harinya, saat ini berkurang menjadi 50 buah atau separuhnya.
Hal itu karena kondisi permintaan di wilayah Ungaran terbilang turun karena libur lebaran.
Menurut dia, informasi yang sedang ramai terkait naiknya harga kelapa disebabkan beberapa faktor.
“Kemungkinan di daerah lain permintaan meningkat, buat masak opor, rendang dan lainnya.
Lalu kalau jasa angkut menaikkan harga, ya harga di pasar ikut tinggi,” imbuh Gito.
Meskipun lapaknya sedang sepi pembeli, dia mengaku bahwa tetap berjualan.
Gito sendiri sudah berjualan sejak H+2 lebaran di mana dia hanya libur dua hari.
Dia berharap, pasokan dan harga kelapa di Kabupaten Semarang, khususnya wilayah Ungaran bisa tetap stabil.
“Sehingga masih tetap pada beli,” pungkas Gito. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.