TRIBUNNEWS.COM – Penerbangan Shenzhen Airlines di China mengalami delay atau penundaan selama dua jam setelah salah satu pramugarinya digigit oleh penumpang saat mencoba melerai pertengkaran.

Insiden tersebut terjadi ketika kru pesawat berusaha menghentikan perkelahian antara dua penumpang yang bertengkar karena masalah bau badan.

Dilansir South China Morning Post (SCMP) yang mengutip pernyataan maskapai, kejadian ini berlangsung pada 1 April lalu, saat pesawat yang hendak terbang dari Shenzhen menuju Shanghai bersiap untuk lepas landas.

Pertengkaran melibatkan dua penumpang perempuan yang duduk bersebelahan.

Salah satu penumpang mengeluhkan bau badan dari penumpang di sampingnya, sementara penumpang yang dikeluhkan balik menyatakan bahwa ia terganggu oleh aroma parfum yang terlalu menyengat.

Awalnya, pertengkaran hanya berupa adu mulut, namun akhirnya berujung pada konfrontasi fisik.

Dua pramugari, bersama dua rekan prianya, datang untuk melerai perkelahian tersebut.

Video insiden ini menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh salah satu penumpang.

KARENA BAU BADAN - Tangkap layar YouTube TVBS NEWS Kamis (3/4/2025), memperlihatkan kru pesawat Shenzhen Airlines melerai penumpang yang bertengkar. Seorang penumpang tergigit lengannya sampai harus dibawa ke rumah sakit.
KARENA BAU BADAN - Tangkap layar YouTube TVBS NEWS Kamis (3/4/2025), memperlihatkan kru pesawat Shenzhen Airlines melerai penumpang yang bertengkar. Seorang penumpang tergigit lengannya sampai harus dibawa ke rumah sakit. (Tangkap layar YouTube TVBS NEWS)

Dalam salah satu video, terdengar teriakan seorang pramugari yang mengaku digigit oleh penumpang.

"Buka mulutmu! Kamu menggigitku!" teriak pramugari tersebut.

Akibat gigitan tersebut, lengan pramugari berdarah dan ia segera dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu, kedua penumpang yang terlibat dalam perkelahian diamankan oleh pihak berwenang.

Belum diketahui sanksi apa yang diberikan kepada mereka.

Seluruh penumpang diminta turun dari pesawat, dan penerbangan akhirnya berangkat dua jam kemudian.

"Shenzhen Airlines berupaya sebaik mungkin untuk melindungi hak-hak hukum penumpang dan karyawannya," tulis maskapai dalam pernyataannya.

"Kami mengimbau para penumpang untuk mematuhi peraturan dan bepergian dengan cara yang beradab."

Insiden ini langsung menjadi perbincangan di media sosial.

"Kedua wanita ini seharusnya masuk daftar hitam dan dilarang naik pesawat atau kereta api di masa mendatang," tulis seorang warganet.

"Orang-orang yang tidak rasional seperti itu berbahaya di mana pun mereka berada," tambah yang lain.

Seorang pengguna juga berkomentar:

“Betapa beratnya pekerjaan pramugari! Saya sarankan pramugari ini segera divaksin untuk mencegah risiko tertular penyakit apa pun akibat gigitan tersebut.”

Pertengkaran antar penumpang di pesawat bukanlah hal baru di China.

Pada Mei tahun lalu, dua penumpang pria dalam penerbangan dari Taipei ke Los Angeles juga terlibat perkelahian memperebutkan kursi.

Seorang pramugari sempat dipukul di bagian kepala saat mencoba melerai.

Kedua penumpang tersebut kemudian ditangani oleh polisi setelah pesawat mendarat.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.