TRIBUNNEWS.COM - Bek Barcelona, Jules Kounde memimpikan quadruple musim ini. Tim berjuluk Blaugrana itu sudah mengoleksi satu dari empat gelar yang bisa diraih.

Gelar tersebut adalah Supercopa de Espana setelah mengalahkan Real Madrid pada Januari 2025.

Barcelona berpeluang meraih gelar Copa del Rey yang mana ketemu Real Madrid di final, lalu La Liga Spanyol yang kini bercokol di puncak klasemen, dan Liga Champions.

Kounde yakin Barcelona adalah tim yang mampu memenangkan keempat trofi tersebut.

SELEBRASI BARCA - Pemain Barcelona Jules Kounde turut dalam selebrasi timnya setelah menjebol gawang Osasuna pada pertandingan pekan tunda ke-27 Liga Spanyol 2024/2025, Jumat (28/3/2025) dini hari WIB. (Website Barcelona - 28/3/2025) (Fcbarcelona.com)

"Kami mampu bermimpi, kami berada di posisi yang baik di semua kompetisi, lolos final Copa del Rey," ucapnya usai mengalahkan Atletico Madrid tengah pekan lalu, dilansir Barca Blaugranes.

Namun, jalan Barcelona masih panjang. Masih ada 8 pertandingan Liga Spanyol dan perjuangan Liga Champions dari babak perempat final.

"Jalan masih panjang, tapi kami yakin, kami punya tim untuk melakukannya," bebernya.

"Jika kami terus bekerja seperti yang telah kami lakukan sejak awal musim, segalanya mungkin terjadi," tambahnya.

Menurut Analyst Opta, Barcelona adalah tim teratas yang dijagokan sebagai jawara musim ini.

Persentasenya mencapai 20,4 persen.

Peluang Barcelona menuju babak semifinal sebesar 80?ngan meraih kemenangan atas Dortmund.

Lalu untuk maju ke final, Barcelona akan menghadapi pemenang antara Bayern Munchen atau Inter Milan. Di fase tersebut anak asuh Hansi Flick memiliki peluang 41,5 persen.

"Anda harus memiliki sedikit keberuntungan, tetapi keberuntungan dapat diciptakan," harap Kounde.

"Kami bekerja dengan sangat baik. Kami memahami gaya permainan pelatih, dan setiap kali kami menikmati diri kami sendiri di lapangan, hasilnya akan mengikuti," ungkapnya.

Menurut Kounde, Hansi Flick punya banyak cara agar timnya bisa memenangkan pertandingan.

Di tahun 2025, Barcelona belum terkalahkan dalam 21 pertandingan di semua kompetisi.

Pola serangan yang dibangun oleh Lamine Yamal dan kolega menjadi yang terbaik di Eropa sehingga menjadikan mereka sangat potensial meraih 3 gelar tambahan musim ini.

"Saya pikir kami bisa bermain dengan cara yang berbeda," beber mantan pemain Sevilla itu.

"Kami tahu cara mengelola pertandingan dengan cara yang berbeda, dan saya sangat senang akan hal itu," jelasnya.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick saat mendampingi timnya berjuang meraih tiket final Piala Super Spanyol melawan Athletic Bilbao, Kamis (9/1/2025).
Pelatih Barcelona, Hansi Flick saat mendampingi timnya berjuang meraih tiket final Piala Super Spanyol melawan Athletic Bilbao, Kamis (9/1/2025). (Instagram/fcbarcelona)

Penguasaan bola yang menjadi ciri khas Barcelona kembali bergairah di bawah asuhan Hansi Flick.

Cara mereka pressing dan menerapkan garis pertahanan tinggi acap kali membuat lawan sulit mencetak gol.

Namun, Hansi Flick tetap masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dibenahi dan ditingkatkan.

Terlebih ketika melawan tim yang memiliki daya serangan balik yang cepat dan efektif.

Menerapkan strategi perangkap offside pun tidak selalu bisa menjadi solusi.

"Saat kami menguasai bola, kami melihat kecepatan yang baik, tetapi banyak tim tahu cara memanfaatkan kesalahan saat mereka menguasai bola," beber Hansi Flick jelang melawan Real Betis pada Minggu (6/5).

"itulah mengapa kami harus fokus pada hal itu dan menghilangkan peluang bagi lawan."

"Terkadang kami dapat memberikan banyak ruang untuk serangan balik, dan itulah yang ingin kami hilangkan," jelasnya.

(Sina)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.